
Aruna UIN Semarang Juara Olimpiade PTKIN
11 menit yang lalu
Panduan kesiapsiagaan di Jepang, Korea Selatan, dan Indonesia memuat bekal untuk menghadapi keadaan darurat.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Newsweek, The Nation, dan Anadolu Agency pada Sabtu (7/11/2026), 35 negara meminta warga menyiapkan persediaan darurat di tengah ancaman perang, cuaca ekstrem, dan serangan siber. Imbauan dan waktu persiapan yang disarankan berbeda di tiap negara.
Di Jepang, Badan Manajemen Bencana Nasional yang baru dibentuk mengeluarkan imbauan pada Senin (2/11/2026). Rumah tangga diminta mengamankan perabotan, menyiapkan makanan dan air untuk sedikitnya tiga hari—lebih baik untuk seminggu—serta mengetahui lokasi tempat evakuasi terdekat.
Laporan yang sama menyebut kampanye kesiapsiagaan di Jepang merupakan bagian dari upaya menghadapi beragam keadaan darurat, bukan hanya respons terhadap ancaman yang segera terjadi. Korea Selatan juga memiliki pedoman untuk menghadapi bencana alam dan situasi perang.
Buku panduan Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Korea Selatan yang diterbitkan pada Agustus memasukkan ransel darurat sebagai salah satu dari empat tindakan pencegahan rumah tangga. Rekomendasi serupa telah tercantum dalam panduan pemerintah sejak 2019.
Menurut pedoman Korea Selatan tahun 2026, persediaan darurat dapat mencakup air minum, makanan siap saji, obat-obatan penting, senter, radio bertenaga baterai, perlengkapan kebersihan, dan selimut. Peralatan pelindung yang disarankan termasuk masker gas, jas hujan, sarung tangan karet, dan sepatu bot.
Pedoman Korea Selatan juga menyarankan warga menyimpan dokumen penting agar mudah dijangkau, mencatat nomor darurat, serta membuat pengaturan untuk anggota keluarga yang memerlukan bantuan tambahan. Warga disarankan mengetahui lokasi tempat perlindungan darurat, yang dapat dicari melalui aplikasi pemerintah Emergency Ready.
Di Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi akibat hujan lebat disertai petir, angin kencang atau puting beliung, banjir, serta tanah longsor. BNPB menyarankan keluarga menyiapkan Tas Siaga Bencana untuk membantu bertahan sebelum bantuan tiba dan memudahkan evakuasi.
Mengutip buku saku BNPB, tas tahan air itu disiapkan untuk kebutuhan sekitar tiga hari. Isinya antara lain dokumen penting, pakaian, makanan tahan lama, air minum, kotak pertolongan pertama pada kecelakaan dan obat pribadi, alat penerangan, uang tunai, peluit, masker, perlengkapan mandi, serta radio atau telepon seluler beserta pengisi daya dan baterai cadangan.
BNPB juga mengingatkan warga agar mengenali jenis bencana dan kondisi sekitar, lalu mengikuti informasi serta instruksi pemerintah setempat saat memutuskan untuk bertahan atau berpindah. Jika terjebak reruntuhan, warga disarankan mencari celah untuk bernapas dan memberi tanda kepada penolong dengan peluit atau bunyi dari benda di sekitar.