
ANTARA Rangkum Lima Isu Ekonomi 23 Oktober
14 menit yang lalu
Api melanda gunung-gunung di Jawa dari Ciremai hingga Arjuno; enam personel gabungan tewas di kawasan Bromo.
Terbit · 3 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah gunung di Pulau Jawa sepanjang pekan ini, dari Gunung Ciremai di Jawa Barat hingga Gunung Arjuno di Jawa Timur. Beberapa di antaranya masih dalam upaya pemadaman hingga Jumat (23/10/2026).
Mengutip detikJabar, laporan yang sama menyebut api di Gunung Ciremai mulai terdeteksi pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 20.44 WIB. Humas Masyarakat Peduli Api Silihwangi Majakuning, Asep, menyebut kebakaran bermula di area perbatasan hutan Desa Seda lalu merambat ke area lain saat subuh. Pada Kamis (22/10/2026), ia menyatakan api belum tertangani dan sejak pukul 04.00 sudah berada di Blok Yanggo, Desa Cibuntu.
Mengutip Antara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan menyiapkan pemadaman dari udara melalui pengeboman air. Di darat, tim gabungan TNI, Polri, relawan, pemadam kebakaran, dan BPBD dibagi berdasarkan koordinat titik api, yakni Blok Bintangot, Panyusupan, Batu Arca, Karang Dinding, dan kawasan Bukit 1.000 Bintang. Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu pada Jumat (23/10/2026) menyebut medan terjal serta perubahan arah dan kecepatan angin memengaruhi strategi pemadaman dan pembuatan sekat bakar.
Menurut laporan yang sama, karhutla di lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah, terjadi sejak Kamis (15/10/2026), awalnya di petak 28, 32, dan 62c Desa Gondosuli. Per Rabu (21/10/2026), api dilaporkan menyebar ke wilayah Kecamatan Ngargoyoso dan puncak Hargo Dalem.
Mengutip detikJateng, Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan menyebut kebakaran di Gunung Lawu berdampak pada lahan seluas 490 hektare. Ia menduga kebakaran disebabkan manusia dan, pada Kamis (22/10/2026), menyebut adanya indikasi pembuatan arang di kawasan itu. Status penanganan kebakaran di Gunung Lawu kini ditetapkan sebagai tanggap bencana.
Kawasan Gunung Sumbing, Jawa Tengah, masih terbakar hingga Jumat (23/10/2026) pagi, yakni di petak 20-1 Kabupaten Temanggung dan petak 23 Kabupaten Wonosobo. Menurut Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara Dimyati, yang dilansir dari Antara Jateng, luas kawasan terdampak tercatat 779,4 hektare, terutama sabana, area pohon kemlandingan gunung, dan hutan rimba campuran. Angin kencang membuat api bergerak cepat sehingga pemadaman belum mampu mengimbangi penyebaran kebakaran.
Di kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, karhutla mulai terdeteksi sejak Kamis (15/10/2026). Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Agustiningtyas Marini, dikutip dari Antara pada Selasa (20/10/2026), menyebut titik awal kebakaran di Pasuruan lalu meluas hingga sebagian wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu. Api juga disebut mulai memasuki Kabupaten Mojokerto.
Berdasarkan laporan BPBD Jawa Timur pada Rabu (21/10/2026), area terbakar di kawasan Arjuno-Welirang mencapai 736,8 hektare. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim Satriyo Nurseno menyebut sekitar 64 personel gabungan bergerak lewat jalur darat. Ia menyatakan titik api kerap berada di ketinggian atau punggungan yang tak terjangkau kendaraan bermotor sehingga tim harus mendaki dan memadamkan api secara manual.
Kebakaran di kawasan Gunung Bromo awalnya muncul dari Bukit Kembang, Desa Pucuk Sari, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (15/10/2026), dan api dilaporkan belum sepenuhnya padam pada Minggu (18/10/2026). Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) sempat membatasi akses wisata pada Sabtu (17/10/2026), lalu membuka kembali akses di kawasan Penanjakan pada Jumat (23/10/2026) pukul 01.00 WIB setelah tidak ada titik api terpantau. Menurut laporan CNN Indonesia, enam personel tim gabungan tewas usai memadamkan karhutla di kawasan ini, termasuk Suraji (40), sekuriti hotel yang menjadi relawan dan meninggal pada Jumat (23/10/2026) pukul 12.00 WIB setelah perawatan intensif. Lima lainnya adalah petugas BB TNBTS Sukaris (55) dan Hendra Rony Wagiyanata (33), karyawan hotel Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19), serta anggota Masyarakat Mitra Polhut Munawi (44).
Download the Hive app for live alerts and offline reading.