
Dua Ledakan Terdengar di Riyadh, Peringatan Dini Aktif
14 menit yang lalu
Rasa haus yang terus muncul dapat berkaitan dengan pola makan, kehilangan cairan, efek obat, atau gangguan kesehatan.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, rasa haus yang terus muncul meski sudah minum air putih perlu diperhatikan, terutama bila terjadi berulang kali tanpa penyebab yang jelas. Rasa haus sendiri merupakan mekanisme alami tubuh untuk memberi sinyal bahwa cairan perlu dipenuhi.
Menurut laporan yang sama, keluhan ini dapat dipicu aktivitas fisik, cuaca panas, konsumsi makanan tinggi garam, hingga efek samping obat tertentu. Dalam kondisi tertentu, rasa haus berlebihan juga dapat menjadi gejala diabetes melitus atau diabetes insipidus, dengan rujukan Perpustakaan Medis Nasional AS dan beberapa sumber lain.
Penyebab pertama adalah tubuh kehilangan cairan lebih banyak daripada yang masuk, misalnya setelah berolahraga, berkeringat berlebihan, beraktivitas di bawah terik matahari, atau saat demam, muntah, dan diare. Dehidrasi dapat ditandai urine kuning gelap, mulut kering, tubuh lemas, dan pusing.
Konsumsi makanan asin seperti mi instan, keripik, makanan olahan, dan makanan kalengan juga dapat memicu rasa haus karena natrium berperan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Kopi, teh berkafein, dan alkohol pun dapat berkaitan dengan rasa haus. Alkohol meningkatkan pengeluaran urine, sedangkan efek kafein bergantung pada jumlah dan kebiasaan konsumsi.
Rasa haus berlebihan yang disertai sering buang air kecil merupakan salah satu gejala diabetes melitus. Pada penderita diabetes, kadar gula darah yang terlalu tinggi membuat ginjal mengeluarkan lebih banyak glukosa melalui urine sehingga tubuh kehilangan banyak air. Rasa haus saja tidak cukup untuk memastikan diabetes, sehingga diperlukan pemeriksaan gula darah.
Rasa ingin terus minum juga bisa berasal dari mulut kering atau xerostomia, yakni berkurangnya produksi air liur. Penyebabnya meliputi efek samping obat seperti antihistamin dan obat berefek antikolinergik, kebiasaan bernapas melalui mulut, serta gangguan kelenjar air liur. Tenaga medis perlu dikonsultasikan bila keluhan berlangsung terus-menerus.
Kondisi lain yang lebih jarang adalah diabetes insipidus, yaitu gangguan hormon vasopresin atau respons ginjal terhadap hormon itu. Penderitanya mengeluarkan urine sangat banyak dan encer, termasuk pada malam hari, sehingga terus merasa haus. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, termasuk gangguan fungsi ginjal, juga dapat memengaruhi rasa haus, dan pemeriksaan darah serta urine membantu dokter menentukan penyebabnya.
Menurut laporan tersebut, cara mengatasi rasa haus perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Langkahnya antara lain minum air putih secara berkala, mengurangi makanan tinggi garam, memperhatikan konsumsi kafein dan alkohol, serta mencatat gejala yang menyertai. Minum air terlalu banyak dalam waktu singkat perlu dihindari karena dapat menurunkan kadar natrium darah hingga membahayakan kesehatan, dan dokter perlu ditemui bila keluhan menetap selama beberapa hari.
Pertolongan medis perlu segera dicari apabila rasa haus berlebihan disertai muntah, nyeri perut, napas cepat atau dalam, kebingungan, atau penurunan kesadaran. Menurut ANTARA, gejala tersebut dapat menandakan kondisi serius yang membutuhkan penanganan segera.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.