
MHTG Bangun Pusat Layanan Kanker Terpadu
14 menit yang lalu
Lebih dari 256.000 orang mengungsi di Yaman sejak Agustus, sementara layanan kesehatan di Taiz kekurangan pasokan.
Terbit · 1 min read

Perseteruan di Yaman memaksa orang-orang mengungsi dari rumah mereka, sementara kelangkaan pasokan membebani layanan kesehatan di Provinsi Taiz. Hal itu disampaikan badan-badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (23/10/2026), menurut laporan ANTARA yang bersumber dari Xinhua.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyebut lebih dari 256.000 orang telah mengungsi sejak awal Agustus. Pada waktu itu, babak baru perseteruan di Yaman pecah.
Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) menyatakan tempat tinggal menjadi kebutuhan paling mendesak bagi keluarga yang baru mengungsi, diikuti bantuan makanan dan uang tunai. Menurut laporan yang sama, di lima provinsi di Yaman lebih dari 2.000 keluarga pengungsi tidak memiliki tempat tinggal.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa kelangkaan bahan bakar, oksigen, obat-obatan, dan perlengkapan medis di Provinsi Taiz mengancam layanan kesehatan penyelamat jiwa.
Di Kota Taiz saja, sebanyak 42 fasilitas kesehatan melaporkan kelangkaan akut. Kondisi itu membahayakan operasi darurat, dialisis, perawatan intensif, serta layanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir.
WHO menyampaikan bahwa obat-obatan darurat telah tiba di Rumah Sakit Al-Thawra, rumah sakit besar di Kota Taiz. Pasokan medis tambahan masih berada di Aden dan menunggu pengiriman ke daerah terdampak konflik segera setelah akses memungkinkan.
OCHA menyatakan bahwa di tengah pembatasan akses yang ketat, mitra-mitra kemanusiaan berupaya menjaga agar layanan esensial tetap berjalan. Sejak Agustus, mereka telah menjangkau lebih dari 188.000 pengungsi, atau tiga dari lima rumah tangga pengungsi, dengan makanan, perlengkapan kebersihan, dan uang tunai darurat.
OCHA menambahkan bahwa akses kemanusiaan yang aman, berkelanjutan, dan tanpa hambatan sangat dibutuhkan. Dengan akses itu, pasokan esensial dan bantuan penyelamat jiwa dapat menjangkau orang-orang yang membutuhkan.