
Trump Tunjuk Miller dan Tawarkan Jabatan ke Dana White
15 menit yang lalu
Gerakan leher yang dipaksakan berpotensi mencederai pembuluh darah, tetapi kaitannya dengan stroke belum dipastikan.
Terbit · 1 min read

Kebiasaan membunyikan atau memutar leher untuk meredakan rasa pegal umumnya tidak otomatis menyebabkan stroke. Namun, gerakan yang terlalu kuat atau mendadak berpotensi mencederai jaringan di sekitarnya, menurut laporan ANTARA.
Bunyi saat leher digerakkan biasanya berasal dari perubahan tekanan dan terbentuknya gelembung gas dalam cairan sendi, bukan karena tulang bergesekan atau patah.
Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah robekan pada lapisan dalam arteri leher. Arteri karotis dan arteri vertebralis termasuk pembuluh darah yang dapat mengalami kondisi tersebut, menurut American Heart Association (AHA).
Robekan dapat membuat darah masuk ke lapisan dinding pembuluh, membentuk gumpalan, atau menghambat aliran darah. Jika gumpalan bergerak ke otak dan menyumbat pembuluh, kondisi itu dapat memicu stroke iskemik.
National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) menyebut manipulasi tulang belakang, terutama pada leher, pernah dikaitkan dengan kasus robekan arteri yang dapat berujung pada stroke. Meski demikian, hubungan sebab-akibatnya belum dipastikan; penelitian yang tersedia menunjukkan hasil beragam dan belum konklusif.
Robekan pembuluh darah leher dapat terjadi tanpa benturan besar. AHA menyatakan gerakan leher mendadak atau tekanan mekanis tertentu diduga berperan dalam sebagian kasus, tetapi risiko stroke akibat kretek leher tergolong jarang.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain nyeri leher atau kepala mendadak yang berbeda dari biasanya, pusing, gangguan penglihatan, kehilangan keseimbangan, serta kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan. Kelemahan atau mati rasa mendadak pada satu sisi wajah, lengan, atau kaki juga dapat menjadi tanda.
Laporan ANTARA menyarankan orang yang mengalami gangguan bicara, kelemahan satu sisi tubuh, atau gangguan penglihatan mendadak segera mencari pertolongan medis darurat dan tidak menunggu gejala mereda. Gerakan memutar atau menarik leher secara paksa sebaiknya dihindari karena berpotensi menimbulkan cedera.