
Arab Saudi Atur Penyimpanan Minyak di Singapura
10 menit yang lalu
De la Fuente menerima penghargaan setelah membawa Spanyol meraih sejumlah gelar internasional, termasuk Piala Dunia 2026.
Terbit · 1 min read

Pelatih tim nasional sepak bola Spanyol, Luis de la Fuente, meraih penghargaan Pelatih Terbaik Kategori Putra dalam ajang Ballon d'Or 2026. Menurut laporan ANTARA, penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilannya mengantarkan timnas Spanyol meraih berbagai gelar internasional.
Malam penganugerahan trofi tersebut berlangsung di London pada Selasa (27/10/2026) dini hari WIB.
Dalam pidato penerimaan trofi yang dikutip dari BBC, De la Fuente menyatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan keberhasilan tim secara keseluruhan dan bukan semata pencapaian individu. Pelatih berusia 65 tahun itu merasa terhormat menerima penghargaan serta mengapresiasi para pelatih lain yang masuk dalam jajaran nomine.
De la Fuente juga menyampaikan terima kasih kepada Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) dan seluruh pemain atas dedikasi mereka di lapangan. Menurutnya, keberhasilan tim tidak lepas dari kekompakan para pemain yang senantiasa mengutamakan kepentingan bersama di atas tujuan pribadi.
Menurut laporan yang sama, De la Fuente mulai dipercaya menjadi pelatih kepala tim nasional senior Spanyol pada Desember 2022 menggantikan Luis Enrique. Sebelum penunjukan tersebut, ia telah mengabdi selama hampir satu dekade di sistem pembinaan kelompok usia RFEF.
Setelah memimpin tim senior, De la Fuente langsung mengantarkan skuad berjuluk La Roja memenangi UEFA Nations League 2022/2023. Prestasi tersebut berlanjut pada Euro 2024 saat Spanyol memastikan gelar juara dengan tujuh kemenangan beruntun.
Puncak pencapaian pelatih itu terjadi pada Piala Dunia 2026 ketika skuad asuhannya menundukkan Argentina dengan skor 1-0 lewat babak perpanjangan waktu di partai final. Kemenangan tersebut memastikan gelar juara dunia bagi timnas Spanyol.
Pada usia 65 tahun 28 hari, De la Fuente tercatat sebagai pelatih tertua yang berhasil memenangi Piala Dunia serta sosok pertama yang mengoleksi seluruh gelar bergengsi level junior dan senior. Dalam rentang waktu tiga tahun kepemimpinannya, ia mempersembahkan tiga trofi utama dan menorehkan rekor 38 pertandingan tanpa kekalahan.