
Dua Jalan Layang Bekasi Belum Masuk Kerja Sama TPST
13 menit yang lalu
ANTARA merangkum dampak ekonomi acara, kerja sama DKI-Bekasi, dan target penurunan stunting.
Terbit · 1 min read

ANTARA merangkum lima peristiwa di Jakarta pada Senin (26/10/2026), termasuk klaim Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo bahwa Jakarta Running Festival (JRF) 2026 dan konser Ye berdampak ekonomi Rp625 miliar bagi Ibu Kota.
Menurut laporan ANTARA, Pramono menyebut kontribusi ekonomi JRF sekitar Rp175 miliar, sedangkan konser Ye bertajuk “Ye Live in Jakarta 2026” mencapai Rp450 miliar.
Pemprov DKI Jakarta juga akan memberikan dana kompensasi sekitar Rp362 miliar kepada Pemerintah Kota Bekasi untuk lima tahun ke depan terkait kerja sama pengelolaan TPST Bantargebang. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan dana tersebut akan digunakan, antara lain, untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat terdampak aktivitas pengelolaan sampah.
Dalam laporan yang sama, Pramono menyatakan kesiapan Pemprov DKI membangun halte Transjabodetabek di Bekasi, Jawa Barat. Pernyataan itu disampaikan setelah penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemprov DKI dan Pemkot Bekasi di Balai Kota pada Senin (26/10/2026).
Pemkot Jakarta Timur mengalihkan bekas tempat penampungan sementara sampah di kolong jalan layang Kampung Melayu menjadi posko Jaga Jakarta. Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan, “Kita jadikan TPS ini, tempat tersebut, jadi posko Jaga Jakarta untuk wilayah sini,” setelah meninjau sasana tinju di Kampung Melayu pada Senin (26/10/2026).
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menargetkan prevalensi stunting turun dari sekitar 14 persen menjadi 11,2 persen hingga akhir 2030.
Menurut laporan ANTARA, Kepala Sudin PPAPP Jakarta Selatan Rizky Hamid mengatakan data 2023 dan 2024 menunjukkan tren penurunan angka stunting di Jakarta Selatan. Ia menyatakan upaya tetap diperlukan untuk mencapai target jangka panjang tersebut.