
PIP 2026 Perluas Bantuan untuk Murid TK
12 menit yang lalu
Kebiasaan makan cepat dikaitkan dengan berat badan lebih tinggi, sedangkan makan perlahan disebut membantu mengontrol porsi.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, kebiasaan makan terlalu cepat dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan. Sebaliknya, makan dengan perlahan disebut membantu seseorang mengontrol porsi makanan.
ANTARA mengutip Healthline bahwa orang yang terbiasa makan cepat berisiko memiliki berat badan lebih tinggi dibandingkan orang yang makan perlahan. Menurut laporan yang sama, sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang makan terlalu cepat memiliki risiko obesitas 115 persen lebih tinggi dibandingkan orang yang makan lambat.
Rasa lapar dan kenyang diatur oleh hormon di dalam tubuh. Setelah makan, tubuh menekan produksi ghrelin, yaitu hormon yang memicu rasa lapar, dan pada saat yang sama melepaskan hormon yang memberi sinyal kenyang.
Sinyal tersebut diteruskan ke otak sebagai tanda bahwa tubuh sudah mendapat makanan, sehingga nafsu makan bisa turun. Menurut laporan itu, proses ini membutuhkan waktu sekitar 20 menit.
Makan secara cepat dapat membuat seseorang terus makan meskipun asupannya sudah cukup, karena sinyal kenyang belum sempat bekerja. Pada orang yang makan perlahan, otak memiliki lebih banyak waktu menerima sinyal itu sehingga ia sadar sudah cukup makan sebelum berlebihan.
Makan perlahan juga memberi waktu lebih banyak untuk mengunyah makanan sebelum menelannya. Menurut laporan yang sama, cara ini dapat membantu mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi sehingga berat badan lebih terkontrol.
Untuk membiasakan diri makan perlahan, langkah pertama adalah menyediakan waktu yang cukup tanpa terburu-buru. Laporan itu menyarankan makan selama sekitar 30 menit agar sinyal kenyang dari otak sempat datang.
ANTARA juga mengutip Psychology Today yang menyarankan agar makanan dikunyah pelan sebelum ditelan. Kebiasaan tersebut disebut dapat mengurangi keinginan makan camilan setelah makan dan menekan risiko obesitas.
Langkah berikutnya adalah menghindari gangguan saat makan agar asupan kalori lebih terkontrol. Menurut laporan tersebut, orang disarankan tidak menonton televisi dan menjauhkan ponsel agar lebih fokus pada makanan.