
Roy Suryo Tolak Kesaksian Jokowi
11 menit yang lalu
Pusat medis di Mawasi melayani sekitar 1.100 hingga 1.500 pasien setiap hari.
Terbit · 1 min read

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memperluas layanan kesehatan bagi masyarakat Palestina dengan mengoperasikan MER-C Indonesia Medical Center di Mawasi, Khan Younis, Gaza selatan. Menurut laporan ANTARA, keterangan tersebut disampaikan MER-C dalam siaran pers yang diterima di Jakarta pada Kamis (5/11/2026).
Fasilitas itu mulai beroperasi pada 1 Desember 2024 melalui kerja sama MER-C Indonesia dan Kementerian Kesehatan Palestina. Lokasinya berada di wilayah Gaza selatan yang disebut MER-C sebagai zona padat pengungsi.
Menurut MER-C, pusat medis tersebut dibuka untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat setempat. Layanan itu juga menjangkau warga yang sebelumnya mengandalkan Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara.
MER-C menyebut pusat medis tersebut telah melalui upaya pemenuhan fasilitas dan peningkatan layanan. Organisasi itu menyatakan fasilitas tersebut menjadi salah satu akses pelayanan medis bagi keluarga pengungsi.
Saat ini, fasilitas itu didukung 116 personel, termasuk dokter spesialis dan umum, perawat, bidan, apoteker, teknisi laboratorium, fisioterapis, dokter gigi, serta tenaga kesehatan dan pendukung lainnya. MER-C menyebut pusat medis tersebut melayani sekitar 1.100 hingga 1.500 pasien setiap hari.
Sebelumnya, MER-C menghadirkan pelayanan kesehatan melalui Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara. Menurut laporan ANTARA yang mengutip keterangan MER-C, rumah sakit tersebut menghentikan operasional setelah terdampak langsung serangan Israel.
MER-C menyatakan pusat medis di Gaza selatan membawa semangat layanan kemanusiaan dan solidaritas masyarakat Indonesia di tengah kondisi kemanusiaan yang terus memburuk. Organisasi itu berharap kolaborasi dan kontribusi masyarakat Indonesia dapat mendukung keberlanjutan operasional fasilitas tersebut.