
Bina Marga Jakbar Relokasi 7.620 Meter Kabel
15 menit yang lalu
Pemeriksaan diperketat setelah Nigeria mengonfirmasi kasus Ebola pada seorang perempuan asal Uganda.
Terbit · 1 min read

Nigeria memperketat pemeriksaan kesehatan di Bandara Internasional Murtala Muhammed, Lagos, setelah mengonfirmasi kasus Ebola pertama di negara itu dalam lebih dari satu dekade. Menurut laporan CNBC Indonesia, kasus tersebut melibatkan seorang perempuan asal Uganda.
Kasus itu dikonfirmasi pada 20 Oktober 2026. Pasien tiba di Abuja dari Uganda pada 3 Oktober 2026 dan mulai mengalami gejala empat hari kemudian.
Otoritas Nigeria pada awalnya mengidentifikasi 44 orang yang berisiko tinggi terpapar. Mereka juga memulai pelacakan kontak untuk mencari orang-orang yang kemungkinan berinteraksi dengan pasien.
Sumber penularan kepada pasien belum diketahui. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika menyatakan belum memiliki informasi terverifikasi yang memastikan pasien pernah bepergian ke Republik Demokratik Kongo.
Republik Demokratik Kongo merupakan tempat wabah Ebola Bundibugyo pertama kali diumumkan pada Mei 2026. Uganda dan Nigeria bertukar informasi untuk menelusuri perjalanan pasien dan mengidentifikasi kemungkinan sumber paparannya.
Di Bandara Internasional Murtala Muhammed, Lagos, penumpang mengisi formulir deklarasi kesehatan secara daring. Papan informasi tentang Ebola juga dipasang untuk mengimbau pelancong mengambil langkah pencegahan.
Sejumlah penumpang menyampaikan kekhawatiran dan meminta pemerintah memberikan informasi yang lebih jelas serta memperkuat pencegahan. Sodiq Babatunde, seorang akuntan, mengatakan penyebaran informasi yang tepat, edukasi kesehatan, dan langkah pencegahan bagi penumpang yang naik maupun turun pesawat perlu ditingkatkan.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.