
BMKG Peringatkan Potensi Rob di NTB
11 menit yang lalu
Korsel menyurati PBB setelah ledakan ranjau melukai tiga tentaranya di DMZ.
Terbit · 1 min read

Korea Selatan (Korsel) mengirim surat kepada Presiden Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mendesak Korea Utara (Korut) meminta maaf dan bertanggung jawab atas ledakan ranjau di zona demiliterisasi (DMZ). Menurut laporan ANTARA yang mengutip kantor berita Yonhap, surat itu juga mendesak Korut terlibat dalam dialog.
Perwakilan tetap Korsel untuk PBB mengirim surat tersebut pada Kamis (22/10/2026). Ledakan terjadi pada 21 September 2026 di sisi DMZ wilayah Korsel, dekat garis demarkasi militer, saat tentara Korsel menjalankan misi.
Surat itu menyebut ranjau yang ditanam militer Korut sebagai penyebab ledakan dan menyatakan insiden tersebut melanggar Perjanjian Gencatan Senjata Korea. Perjanjian itu secara resmi mengakhiri Perang Korea yang berlangsung selama tiga tahun.
Ledakan tersebut melukai tiga tentara Korsel, dua di antaranya mengalami luka serius. Surat itu juga mendesak Korut terlibat dalam dialog untuk mencegah peningkatan ketegangan dan memulihkan kepercayaan timbal balik.
Kepala Staf Gabungan Korsel pada 5 Oktober 2026 menyatakan penyelidikan akhir menemukan ledakan disebabkan ranjau antipersonel yang ditanam Korut di sebelah selatan garis demarkasi militer. Lembaga itu mendesak Korut meminta maaf dan segera menyingkirkan ranjau tersebut.
Kementerian Luar Negeri Korut menolak temuan itu pada 6 Oktober 2026. Menurut laporan yang sama, kementerian tersebut menyebut insiden itu sebagai “sandiwara” yang direkayasa Korsel dan menuduh Seoul menetapkan kesimpulan sepihak serta mengalihkan tanggung jawab.
Surat Korsel juga meminta komunitas internasional memperhatikan pernyataan Korut yang menyebut aktivitas militer Korsel di dekat garis demarkasi sebagai “provokasi”. Korut menilai langkah Seoul sebagai upaya merusak citra nasionalnya, sedangkan Korsel meminta dialog untuk mencegah ketegangan lebih lanjut.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.