
Polri Kerahkan 210 Personel Tangani Karhutla
13 menit yang lalu
Paus Leo menyerukan penghentian permusuhan di Yaman dan menyampaikan solidaritas bagi korban penembakan di Yordania.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Paus Leo XIV menyerukan penghentian permusuhan di Yaman dan mendoakan korban penembakan di sebuah gereja Ortodoks di Yordania. Seruan itu disampaikan setelah doa Angelus mingguan pada Minggu (25/10/2026).
Paus menyatakan keprihatinan atas krisis kemanusiaan yang memburuk di Yaman, terutama di Kota Taiz. Warga di wilayah tersebut menghadapi kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Paus Leo XIV mengatakan ia menyampaikan seruan dari lubuk hati yang paling dalam agar permusuhan dihentikan, serta menjamin kehidupan yang damai bagi rakyat Yaman dan seluruh masyarakat di kawasan tersebut.
ANTARA melaporkan, konflik di Yaman berlangsung sejak kelompok Houthi merebut kendali atas ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada 2014. Koalisi militer pimpinan Arab Saudi kemudian melakukan intervensi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.
Menurut laporan yang sama, kelompok Houthi kini menguasai sebagian besar wilayah utara dan barat Yaman. Pasukan pemerintah beserta sekutunya mengendalikan Kota Aden serta sebagian besar wilayah provinsi di selatan dan timur.
Paus juga menyampaikan solidaritas bagi korban penembakan di Gereja Ortodoks St. George, Harmoud, Yordania, pada Jumat (23/10/2026). "Saya bersama masyarakat dan seluruh rakyat Yordania, yang selama ini dikenal berkat hidup berdampingan secara damai serta rasa saling menghormati antarumat beragama," tuturnya.
Laporan ANTARA menyebut penembakan oleh sejumlah orang bersenjata terjadi saat prosesi pemakaman. Insiden itu menewaskan sembilan orang dan melukai sekitar 40 lainnya.
Paus mengajak umat untuk terus berdoa demi perdamaian dan menyatakan bahwa perang membawa kematian serta kehancuran, sekaligus memiskinkan dan merusak dunia. Ia berharap pilihan yang mengutamakan dialog dan perdamaian dapat terwujud.