
Karantina Kepri Musnahkan 29 Ton Bawang Putih
15 menit yang lalu
Dua ledakan terdengar di Riyadh saat Arab Saudi menyatakan sistem peringatan dini aktif; Houthi membantah tuduhan serangan.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, dua ledakan terdengar di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (24/10/2026) pagi, di tengah serangan yang disebut dilancarkan kelompok Houthi dari wilayah Yaman.
Otoritas Arab Saudi menyatakan sistem peringatan dini telah diaktifkan agar penduduk siaga dalam menghadapi potensi ancaman.
Menurut laporan yang sama, sebelumnya koalisi pimpinan Arab Saudi mengeklaim telah menjatuhkan sebuah pesawat nirawak yang terus dilancarkan oleh kelompok Houthi.
Juru bicara Turki Al-Malki, lewat pernyataan yang diunggah di platform media sosial X, menyebut pesawat-pesawat nirawak tersebut dicegat di atas Riyadh, Madinah, Provinsi Timur, dan wilayah selatan.
Turki Al-Malki juga menyatakan bahwa sebuah pesawat nirawak berhasil dicegat dan dihancurkan di Provinsi Timur.
Dalam pernyataan terbaru yang dimuat laporan itu, disebutkan bahwa Arab Saudi terus-menerus diserang kelompok Houthi. Serangan yang menyasar Bandara Internasional Riyadh disebut sebagai yang "paling mematikan" di Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir.
Kelompok Houthi berulang kali membantah tuduhan Riyadh bahwa mereka telah meluncurkan pesawat nirawak dan rudal ke wilayah Arab Saudi.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.