
Wamentan Dorong Hilirisasi Perkebunan
12 menit yang lalu
Stres ringan dapat membantu fokus dan motivasi, sedangkan tekanan berkepanjangan bisa berdampak pada tubuh dan pikiran.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA yang mengutip Mayo Clinic dan sumber lain, stres tidak selalu berdampak buruk. Dalam kondisi tertentu, stres dapat meningkatkan fokus dan motivasi; jenis ini disebut stres baik atau eustress, berbeda dari stres buruk atau distress.
Eustress biasanya muncul ketika seseorang menghadapi hal penting dan merasa tertantang, tetapi tetap yakin mampu menghadapinya. Contohnya antara lain mengikuti perlombaan, menghadapi ujian penting, memulai pekerjaan, atau menjalani wawancara kerja.
Stres ringan dapat membuat tubuh dan pikiran tetap siaga untuk menghadapi tantangan. Perasaan ini juga bisa mendorong seseorang mencoba hal baru dan berusaha memberikan hasil terbaik.
Setelah tantangan terlewati, eustress biasanya mereda dan dapat berganti dengan rasa bangga atas pencapaian atau kemajuan. Manfaat tersebut berkaitan dengan kadar stres yang rendah; stres yang terlalu tinggi dapat menimbulkan dampak sebaliknya.
Distress dapat terjadi ketika seseorang merasa tertekan dalam waktu lama dan kesulitan mengendalikan perasaannya. Kondisi itu bisa berlanjut meskipun pemicu awal stres telah hilang.
ANTARA menyebut distress dapat membuat seseorang merasa cemas, lelah, atau tegang sehingga pekerjaan ringan terasa berat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berkaitan dengan perubahan suasana hati dan nafsu makan, sakit kepala, kelelahan, serta burnout.
Perbedaan keduanya juga terlihat dari cara seseorang memandang tekanan. Dalam contoh wawancara kerja, pikiran negatif dan takut gagal dapat mengganggu konsentrasi, sedangkan memandangnya sebagai kesempatan memperoleh pengalaman atau menunjukkan kemampuan dapat mendorong persiapan.
Stres buruk cenderung berlangsung lama dan dapat disertai ketegangan serta kewaspadaan terus-menerus; istirahat saja belum tentu membuat tubuh kembali segar. Sebaliknya, stres baik biasanya muncul dan mereda mengikuti tantangan, lalu tubuh kembali tenang setelah tantangan terlewati. Laporan itu juga menyebut perubahan cara pandang terhadap keadaan sebagai salah satu cara yang dapat membantu mengurangi tekanan.