
Stimulus Tiket Pesawat Nataru Diproyeksi Turun 11-12 Persen
13 menit yang lalu
Renungan Manado Post mengajak pembaca menolak dendam dan keuntungan yang diperoleh dengan cara salah.
Terbit · 1 min read

Renungan Pantekosta yang dimuat Manado Post pada Kamis (29/10/2026) mengangkat 2 Samuel 3–4 dan mengajak pembaca menjaga integritas, menjauhi dendam, serta tidak mencari keuntungan melalui kekerasan.
Renungan tersebut menyoroti pergolakan setelah kematian Saul dan konflik antara keluarga Saul dan Daud. Kisah yang dibahas mencakup pembunuhan Abner oleh Yoab serta Isyboset oleh Rekhab dan Baana.
Menurut uraian Manado Post, Daud berkabung atas kematian Abner dan menyatakan dirinya tidak terlibat dalam pembunuhan itu. Renungan tersebut menggunakan sikap Daud sebagai pengingat bahwa tujuan baik tidak membenarkan cara yang jahat.
Dalam pembahasan 2 Samuel 4, Rekhab dan Baana membunuh Isyboset ketika ia beristirahat, lalu membawa kepalanya kepada Daud. Mereka berharap memperoleh keuntungan, tetapi Daud menolak tindakan pembunuhan tersebut dan menjatuhkan hukuman kepada keduanya, menurut laporan yang sama.
Renungan itu menyampaikan tiga pelajaran utama dari kisah tersebut: tetap setia dalam proses, tidak membiarkan dendam menguasai hati, dan menjaga kejujuran. Pembaca juga diajak tidak mengambil jalan pintas demi kedudukan atau keberhasilan.
Manado Post mengaitkan pesan itu dengan kehidupan Pantekosta, yang menurut renungan tidak hanya tampak dalam ibadah dan doa, tetapi juga dalam karakter, keputusan, serta cara seseorang memperlakukan orang lain. Galatia 5:22–23 disebut sebagai rujukan tentang buah Roh.
Renungan tersebut mengajak pembaca menghadapi persoalan tanpa membalas kejahatan dengan kejahatan, mengandalkan Tuhan, dan tetap bertindak benar. Naskahnya ditutup dengan doa agar pembaca memperoleh hikmat dan kekuatan untuk menjaga kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.