
Kimi Antonelli Menang di Austin, Dekati Gelar Juara F1
14 menit yang lalu
Arab Saudi menyebut rudal Houthi ke arah Mekkah dan Madinah dicegat, sementara serpihannya jatuh di sejumlah lokasi.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, otoritas Arab Saudi mengeklaim berhasil mencegat rudal yang diluncurkan milisi Houthi ke arah Mekkah dan Madinah pada Sabtu (24/10/2026).
Pencegatan itu memicu serpihan rudal berhamburan di sejumlah lokasi, termasuk di Wadi Al Mughammas. Wilayah tersebut berjarak sekitar 23 kilometer dari Masjidil Haram.
Saudi juga menuduh Houthi terus menyerang wilayahnya dan menargetkan situs-situs Islam.
Serangan yang disebut menyasar Mekkah dan Madinah itu menuai kecaman dari komunitas dan organisasi internasional, salah satunya Liga Dunia Muslim. Menurut organisasi tersebut, seperti dikutip Ashraq Al Awsat, menargetkan wilayah Mekkah dan Madinah merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kesucian agama dan serangan terhadap perasaan lebih dari 1,5 miliar umat Muslim di seluruh dunia.
Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) turut mengutuk serangan Houthi di provinsi Mekkah, Madinah, Taif, dan Jeddah. Ia juga mengingatkan adanya dampak berbahaya jika serangan terus berlanjut.
Menurut laporan yang sama, sejauh ini belum ada pernyataan baru dari Houthi soal tuduhan menargetkan Mekkah dan Madinah.
Dalam sejumlah unggahan di X selama tiga hari terakhir, juru bicara Houthi Yahya Al Saree menyatakan Saudi telah menggempur berbagai wilayah di Yaman, termasuk Sanaa. Di salah satu unggahan, ia menyebut koalisi Saudi meluncurkan lebih dari 100 serangan ke negara itu.
Houthi disebut membalas dengan meluncurkan serangan ke bandara internasional, gudang senjata, hingga fasilitas minyak Saudi. Saree juga menyampaikan peringatan kepada perusahaan penerbangan internasional dan regional, beserta karyawan dan penumpangnya, agar tidak melintasi Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan wilayah udara Saudi, kecuali wilayah udara suci di Mekkah dan Madinah. Houthi juga mengingatkan agar penerbangan ke Riyadh dan Khamis Mushait dihindari.
Menurut laporan tersebut, koalisi Saudi dan Houthi saling serang sejak beberapa bulan lalu. Pertempuran itu menambah ketegangan di Timur Tengah menyusul perang Amerika Serikat dan Iran yang belum kunjung selesai.