
Banjir Rendam Desa di Aceh, Petani Sulit Panen
11 menit yang lalu
Pendaftaran mencakup pendataan ulang penerima bansos dan kesempatan mengajukan diri, tetapi bukan jaminan memperoleh bantuan.
Terbit · 1 min read

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menargetkan 48 juta keluarga terdaftar dalam Perlinsos Digital pada akhir 2026. Menurut laporan CNBC Indonesia dari Jakarta, ia menyampaikan target itu dalam keterangan yang dikutip pada Senin (26/10/2026).
Hingga saat itu, lebih dari 13,2 juta keluarga telah terdaftar, secara mandiri maupun dengan pendampingan agen. Jumlah Agen Perlinsos yang bergabung tercatat 816.674 orang.
Gus Ipul mengatakan Perlinsos Digital dikembangkan untuk memperkuat pendataan penerima bantuan sosial. Pendataan ulang melengkapi data berbasis nama dan alamat dengan biometrik atau pengenalan wajah.
Selain mendata ulang penerima, sistem tersebut memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengajukan diri memperoleh bantuan. Namun, pendaftaran tidak menjamin seseorang akan menerima bantuan sosial.
“Sekali lagi yang akan menyatakan layak atau tidak, itu adalah sistem. Yang penting kita masukkan apa adanya,” kata Gus Ipul. Ia meminta pihak yang memasukkan data menyampaikan informasi masyarakat secara jujur.
Masyarakat dapat mendaftarkan diri sebagai agen melalui Portal Perlinsos, mengisi data, lalu menjalani verifikasi biometrik. Agen kemudian dapat membantu warga di sekitarnya melakukan pendaftaran, menurut laporan yang sama.
Dari rincian agen yang disampaikan Gus Ipul, 176.755 berasal dari masyarakat umum, 123.769 dari unsur pegawai pemerintah daerah, dan 42.018 merupakan pendamping PKH. Sebanyak 48.676 tercatat sebagai RT dan RW.
Gus Ipul menegaskan agen bekerja secara sukarela dan tidak boleh meminta bayaran. Ia juga menyampaikan bahwa lebih dari 31 juta keluarga telah dimutakhirkan datanya dalam DTSEN, dengan 641.222 usulan dan 84.281 sanggahan dari masyarakat.