
Manado Post Sajikan Bacaan Katolik 26 Oktober
13 menit yang lalu
Mesin hidrogen pertama untuk kapal komersial besar diklaim memangkas emisi CO2 lebih dari 95 persen.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, produsen mesin perkapalan asal Jepang, Japan Engine Corp., berhasil mengembangkan mesin berbahan bakar hidrogen pertama di dunia untuk kapal komersial berukuran besar. Inovasi itu diperkenalkan ke publik pada awal September.
Mesin tersebut diklaim mampu memangkas emisi karbon dioksida (CO2) hingga lebih dari 95 persen dibandingkan mesin konvensional berbahan bakar minyak bakar berat.
Mesin itu rencananya dipasang pada kapal serbaguna yang akan dibangun galangan kapal Onomichi Dockyard Co. Uji coba operasional di atas kapal akan dilakukan operator pelayaran Mitsui O.S.K. Lines Ltd. pada April 2028.
Mesin tersebut mengadopsi sistem injeksi langsung bertekanan tinggi untuk menciptakan pembakaran hidrogen yang stabil.
Hidrogen bersifat mudah terbakar dan rawan bocor. Karena itu, pengembang menerapkan standar keselamatan ketat, salah satunya dengan memasang sistem perpipaan berdinding ganda pada seluruh jalur suplai bahan bakar.
Menurut laporan yang sama, pada Agustus lalu Japan Engine yang berbasis di Akashi, Prefektur Hyogo, juga merampungkan mesin komersial berbahan bakar amonia pertama di dunia.
Saat ini hidrogen dan amonia dinilai sebagai unsur paling potensial untuk bahan bakar generasi mendatang bagi kapal komersial berukuran besar. Namun, pemanfaatan hidrogen masih terbentur tingginya biaya produksi dan lambatnya adopsi teknologi, sedangkan amonia memerlukan protokol penanganan risiko yang ketat karena bersifat beracun.
Organisasi Maritim Internasional (IMO) telah menargetkan nol emisi gas rumah kaca di sektor pelayaran global pada 2050. Agenda tersebut turut didukung penuh oleh pemerintah Jepang.