
PIP 2026 Perluas Bantuan untuk Murid TK
13 menit yang lalu
ANTARA memaparkan sepuluh strategi sederhana untuk mengurangi prokrastinasi dan meningkatkan produktivitas kerja.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, menunda pekerjaan adalah kebiasaan yang kerap dialami banyak orang, baik saat mengerjakan tugas kantor, pekerjaan rumah, maupun tanggung jawab sehari-hari. Kebiasaan itu disebut bisa dikurangi dengan rutinitas yang lebih teratur dan strategi sederhana, dengan mengutip Newcastle University dan sumber lain.
Kebiasaan tersebut dikenal sebagai prokrastinasi, yaitu perilaku menunda pekerjaan meski pelakunya tahu penundaan itu berpotensi berdampak negatif. Penyebabnya beragam, mulai dari merasa kewalahan, takut salah, sulit berkonsentrasi, hingga terlalu banyak gangguan di sekitar.
Menurut laporan yang sama, menunda tidak selalu berarti malas. Dalam sejumlah kasus, kebiasaan ini berkaitan dengan kesulitan mengelola emosi, tekanan terhadap diri sendiri, atau kebingungan menentukan langkah awal.
Cara pertama adalah mengenali penyebab penundaan, misalnya pekerjaan yang terlihat rumit, kekhawatiran akan hasil, atau gangguan media sosial. Cara kedua adalah memecah pekerjaan besar menjadi tugas kecil dengan target jelas, seperti membagi laporan bulanan menjadi pengumpulan data, pemeriksaan angka, penyusunan kerangka, penulisan isi, dan pemeriksaan akhir.
Cara ketiga adalah aturan lima menit, yakni berkomitmen mengerjakan tugas selama lima menit terlebih dahulu lalu memutuskan untuk melanjutkan atau tidak. Pendekatan serupa disebut juga disarankan dalam panduan Oxford Health NHS Foundation Trust. Cara keempat adalah menyusun daftar pekerjaan berdasarkan prioritas, tenggat, dan waktu pengerjaan, dengan beberapa target realistis untuk satu hari.
Cara kelima adalah teknik Pomodoro, yaitu bekerja 25 menit lalu beristirahat lima menit, dengan istirahat lebih panjang setelah empat sesi. Durasinya boleh disesuaikan dengan tingkat kesulitan pekerjaan dan kemampuan berkonsentrasi. Cara keenam adalah mengurangi gangguan, misalnya dengan mengaktifkan mode senyap pada ponsel, memilih tempat yang lebih tenang, dan menyiapkan kebutuhan kerja sebelum mulai.
Cara ketujuh adalah tidak menunggu hasil sempurna, yakni menyelesaikan draf awal terlebih dahulu dan memisahkan tahap pengerjaan dari penyuntingan. Cara kedelapan adalah membuat jadwal kerja realistis yang disesuaikan dengan tingkat energi, memberi ruang untuk istirahat dan pekerjaan mendadak, serta dievaluasi secara berkala.
Cara kesembilan adalah memberi penghargaan sederhana setelah target selesai, seperti menikmati minuman favorit atau berjalan sebentar. Cara kesepuluh adalah berhenti menyalahkan diri sendiri dan mengevaluasi penyebab rencana tidak berjalan, lalu memperbaiki strategi pada hari berikutnya. Jika penundaan terus-menerus mengganggu pekerjaan, pendidikan, atau kehidupan sehari-hari, laporan itu menyarankan berkonsultasi dengan tenaga profesional.