
KAI Pangkas Waktu Tempuh Kereta PSO hingga 92 Menit
12 menit yang lalu
Serangan menghantam pangkalan militer di Santa Rosa del Sur; pihak berwenang belum menyebut kelompok yang bertanggung jawab.
Terbit · 2 min read

Serangan drone menghantam pangkalan militer di Santa Rosa del Sur, Kolombia utara, dan menewaskan tiga tentara serta melukai sedikitnya 16 orang. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip Al Jazeera, Angkatan Bersenjata Kolombia menyatakan serangan terjadi pada Sabtu (7/11/2026).
Pangkalan itu berada di Santa Rosa del Sur, kota kecil di kaki Pegunungan San Lucas. CNN Indonesia menerbitkan laporannya pada Minggu (8/11/2026), sehari setelah serangan tersebut.
Hingga laporan itu diterbitkan, pihak berwenang belum mengungkap kelompok yang bertanggung jawab. Santa Rosa del Sur berada di kawasan tambang emas yang telah lama menjadi wilayah perebutan kelompok bersenjata, termasuk Gulf Clan, Tentara Pembebasan Nasional (ELN), dan kelompok-kelompok kecil yang dipimpin mantan anggota FARC.
Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya kekerasan terhadap aparat keamanan di sejumlah wilayah pedesaan Kolombia. Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan asap dari pangkalan setelah tiga ledakan, serta tentara berlindung di balik benteng karung pasir, menurut laporan CNN Indonesia.
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella mengecam serangan itu. Dalam unggahan di X yang dikutip laporan tersebut, ia menulis, “Mereka yang berada di balik serangan ini... tidak akan punya tempat bersembunyi,” dan, “Setiap serangan terhadap prajurit kami justru memperkuat tekad kami untuk membela Kolombia.”
Laporan itu menyebut kekerasan di pedesaan meningkat sejak de la Espriella menjabat pada Agustus 2026. Pemerintahannya membatalkan perundingan damai dengan kelompok pemberontak dan meningkatkan serangan udara, mengerahkan pasukan tambahan, serta membentuk satuan tugas gabungan untuk melindungi aset strategis, termasuk pipa minyak.
Pemerintah Kolombia menilai kelompok bersenjata memanfaatkan gencatan senjata pada pemerintahan sebelumnya untuk memperluas pengaruh di pedesaan, memungut pajak dari bisnis lokal, dan memperoleh keuntungan dari perdagangan narkoba. Menurut laporan yang sama, sejumlah kelompok kemudian meningkatkan serangan terhadap pasukan pemerintah sebagai respons terhadap pemerintahan de la Espriella.
Dalam insiden lain, pangkalan militer di Provinsi Tolima diserang dengan rudal rakitan dari tabung gas pada pekan sebelumnya; serangan itu menewaskan empat warga sipil, termasuk bayi berusia dua bulan. Laporan tersebut juga menyebut kepolisian di Cucuta beberapa kali menjadi sasaran bom jarak jauh, sementara ACLED mencatat 34 serangan bom atau bahan peledak oleh pasukan pemerintah dan kelompok bersenjata ilegal dalam empat minggu hingga 16 Oktober, naik 9 persen dari rata-rata periode empat mingguan pada tahun sebelumnya. Perjanjian damai FARC pada 2016 mendorong demobilisasi lebih dari 14 ribu pejuang, tetapi kelompok bersenjata yang lebih kecil masih memperebutkan wilayah bekas kekuasaan pemberontak.