
ANTARA Rangkum Lima Isu DKI Jakarta
9 menit yang lalu
Kafein, obat diuretik, dan infeksi saluran kemih juga dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, rasa haus dan frekuensi buang air kecil yang lebih sering dari biasanya tanpa alasan jelas perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda awal diabetes. Kedua kondisi itu tergolong wajar bila muncul setelah beraktivitas atau banyak minum.
Diabetes adalah penyakit yang ditandai tingginya kadar gula darah atau glukosa. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif, padahal hormon tersebut membantu glukosa masuk ke dalam sel untuk dipakai sebagai sumber energi.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sering buang air kecil dan meningkatnya rasa haus merupakan gejala umum diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Meski begitu, tidak semua orang dengan kedua gejala tersebut pasti menderita diabetes.
Menurut laporan yang sama, rasa haus berlebihan atau polidipsia dapat muncul ketika kadar gula darah meningkat. Saat kadar glukosa terlalu tinggi, ginjal berusaha membuang kelebihannya lewat urine, sehingga tubuh kehilangan lebih banyak cairan, mengalami dehidrasi, dan semakin haus. Rasa haus yang berlangsung terus-menerus atau terasa tidak biasa, terutama bila disertai mudah lelah atau berat badan turun tanpa sebab jelas, sebaiknya tidak diabaikan.
Dalam kondisi normal, ginjal menyaring darah dan mengatur keseimbangan cairan tubuh. Namun, ketika kadar gula darah terlalu tinggi, sebagian glukosa masuk ke urine dan menarik air, sehingga volume urine bertambah. Akibatnya, seseorang bisa lebih sering buang air kecil atau poliuria, termasuk pada malam hari.
Kehilangan cairan akibat sering buang air kecil dapat menyebabkan rasa haus berlebihan, sehingga kedua gejala itu kerap muncul bersamaan. Frekuensi buang air kecil juga dapat meningkat akibat terlalu banyak minum, konsumsi kafein, obat diuretik, atau infeksi saluran kemih.
Gejala diabetes lainnya meliputi mudah lapar, mudah lelah, berat badan turun tanpa sebab jelas, penglihatan kabur, luka sulit sembuh, dan lebih sering mengalami infeksi. Sebagian gejala itu dapat muncul bertahap sehingga tidak langsung disadari, dan gejalanya berbeda pada setiap orang. Sebagian penderita diabetes tipe 2 bahkan tidak mengalami gejala yang jelas selama bertahun-tahun, sehingga penyakit baru diketahui setelah pemeriksaan kesehatan.
Pemeriksaan ke dokter disarankan bila rasa haus dan sering buang air kecil muncul bersamaan, berlangsung terus-menerus, dan tidak berkaitan dengan perubahan aktivitas atau asupan cairan. Pemeriksaan makin penting bila disertai penurunan berat badan tanpa sebab jelas, kelelahan berkepanjangan, atau penglihatan kabur.
Diabetes tipe 1 dapat berkembang cepat, dalam hitungan hari hingga minggu. Bila rasa haus dan buang air kecil meningkat drastis, terutama disertai muntah, nyeri perut, napas cepat atau dalam, atau penurunan kesadaran, sebaiknya segera mencari pertolongan medis karena gejala itu dapat menandakan komplikasi serius bernama ketoasidosis diabetik.