
KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai Kudus
12 menit yang lalu
Tabrakan dua kereta cepat menewaskan sedikitnya 68 orang dan memicu penyelidikan keselamatan.
Terbit · 1 min read

Tabrakan dua kereta cepat di Spanyol menewaskan sedikitnya 68 orang pada Rabu (28/10/2026). Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Reuters, kereta Renfe menabrak kereta Iryo yang sedang berhenti.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat di kawasan pedesaan Castilla-La Mancha, selatan Madrid. Kereta Iryo mengangkut 147 orang, sedangkan kereta Renfe membawa 397 penumpang.
Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente mengatakan kereta Renfe sempat mendapat sinyal merah karena ada kereta berhenti di jalurnya. Ia menjelaskan gangguan komunikasi pada sistem komputer memicu penghentian lalu lintas, tetapi keputusan keliru kemudian membuat kereta Renfe diizinkan melaju kembali.
Kepala pemerintahan regional Castilla-La Mancha, Emiliano García-Page, menyatakan jumlah korban tewas mencapai 68 orang. Menteri Kesehatan Monica Garcia mengatakan 80 orang terluka, termasuk 15 orang yang kondisinya sangat serius; petugas masih mencari kemungkinan korban lain di dalam gerbong.
Perdana Menteri Pedro Sanchez menyatakan penyelidikan menyeluruh akan dilakukan dan kelemahan yang ditemukan akan diperbaiki. Ia juga mengatakan penyebab kecelakaan ini tampaknya tidak berkaitan dengan insiden kereta sebelumnya pada tahun yang sama.
Renfe menyatakan keretanya melanjutkan perjalanan setelah mendapat izin, tetapi urutan kejadian, kondisi lalu lintas, dan keadaan saat benturan perlu ditentukan melalui penyelidikan. Operator itu mengatakan belum mengetahui alasan kereta Iryo berhenti, sementara Iryo menyebut telah mengaktifkan protokol darurat.
Kecelakaan ini disebut sebagai insiden kereta paling mematikan di Eropa sejak kecelakaan di Santiago de Compostela pada 2013 yang menewaskan 80 orang. Insiden tersebut juga menyusul kecelakaan fatal pada Januari yang menewaskan 46 orang dan melibatkan kereta dari operator yang sama di jalur yang sama.
Laporan awal Garda Sipil Spanyol pada Februari menyebut kerusakan rel atau sambungan las sebagai dugaan utama penyebab kecelakaan Januari, sementara tujuh kemungkinan lain masih dipertimbangkan. Data keselamatan yang dikutip dalam laporan CNBC Indonesia menunjukkan kecelakaan kereta di Spanyol meningkat dari 45 kejadian pada 2016 menjadi 69 kasus pada tahun lalu.