
IHSG Menguat 2,25 Persen ke 5.030
10 menit yang lalu
Universitas itu mempertahankan posisi teratas di antara universitas swasta Asia Tenggara selama enam tahun berturut-turut.
Terbit · 1 min read

Taylor’s University mempertahankan posisi sebagai universitas swasta terbaik di Asia Tenggara selama enam tahun berturut-turut dan berada di peringkat ke-32 secara keseluruhan dalam QS Asia University Rankings 2027. Menurut laporan ANTARA/PRNewswire, pemeringkatan tersebut menilai sejumlah indikator, termasuk reputasi akademik, makalah ilmiah per fakultas, dan jaringan riset internasional.
Laporan ANTARA/PRNewswire menyebut Taylor’s University merupakan universitas asal Malaysia.
Wakil Rektor sekaligus Presiden Taylor’s University, Professor Barry Winn, menyatakan bahwa universitas tersebut memprioritaskan mutu pendidikan dan peluang pengembangan mahasiswa. Ia menyebut capaian pemeringkatan itu sebagai hasil kerja komunitas universitas serta mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan pengajaran, riset, dan kemitraan.
Winn juga menjelaskan bahwa universitas berupaya mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan dengan memberi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan belajar melalui pengalaman. Dalam proses itu, menurutnya, akademisi dan praktisi industri turut mendampingi mahasiswa.
Laporan yang sama menyebut tim School of Law and Governance Taylor’s University menjadi juara dalam kompetisi 21st LAWASIA International Moot Competition. Mahasiswa Taylor’s Culinary Institute juga mewakili Malaysia dalam WorldSkills Shanghai 2026.
Dalam kompetisi tersebut, mahasiswa Taylor’s meraih Medals for Excellence pada kategori Bakery dan Cooking. Mereka juga berbagi posisi ke-13 pada kategori Pâtisserie and Confectionery.
Taylor’s University menjalankan lebih dari 230 proyek berdampak sosial melalui Taylor’s Impact Labs. Mahasiswa dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu bekerja bersama mitra eksternal untuk menangani kebutuhan masyarakat.
Universitas itu juga mencatat tingkat serapan kerja lulusan 100 persen dalam Graduate Tracer Study 2025 yang dirilis Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia. Laporan sumber menyebut capaian tersebut mencerminkan upaya universitas menjaga relevansi pendidikan dengan kebutuhan industri.