
Penonton Diusir usai Lempar Bola ke Wasit NBA
19 menit yang lalu
Aksi jual menghapus sekitar US$2,5 triliun dari nilai Nasdaq 100 dan memicu kekhawatiran atas investasi pusat data.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, pasar saham Amerika Serikat mengalami aksi jual besar-besaran pada Kamis (5/11/2026), setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu memicu kekhawatiran investor terhadap investasi infrastruktur kecerdasan buatan.
Nasdaq Composite turun 5,5 persen, sedangkan Nasdaq 100 merosot 6,4 persen. Koreksi Nasdaq 100 menghapus sekitar US$2,5 triliun atau setara Rp45.000 triliun dari nilai pasarnya.
Laporan yang sama menyebut kekhawatiran investor berpusat pada kemungkinan perlambatan pembangunan pusat data di Amerika Serikat. Perubahan peta politik dinilai dapat meningkatkan pengawasan dan menghambat perizinan proyek infrastruktur kecerdasan buatan.
Michael O'Rourke, kepala strategi pasar JonesTrading di Stamford, Connecticut, mengatakan bahwa hasil pemilu, terutama kemenangan Demokrat dalam banyak pemilihan gubernur, menjadi faktor perlambatan pembangunan pusat data.
Nasdaq Composite telah turun hampir 12 persen dari rekor penutupan tertingginya pada 6 Oktober 2026 dan masuk wilayah koreksi. Indeks itu juga mengalami lima kali penurunan lebih dari 500 poin sejak pertengahan Oktober.
Saham semikonduktor turut tertekan. Philadelphia Semiconductor Index turun 12 persen ke level terendah dalam lebih dari enam bulan, sementara saham Nvidia turun 9 persen dan Advanced Micro Devices merosot 17 persen.
Penurunan juga terjadi pada saham perusahaan teknologi besar dan penyedia komputasi awan khusus kecerdasan buatan. Amazon dan Alphabet masing-masing turun 2,2 persen, Microsoft terkoreksi 3,6 persen, Nebius merosot 15 persen, dan CoreWeave turun 10 persen.
Menurut laporan yang sama, saham Nebius dan CoreWeave telah kehilangan setengah atau lebih nilainya sejak Nasdaq Composite mencatat rekor pada 6 Oktober. Premi kontrak lindung nilai gagal bayar lima tahun CoreWeave naik ke rekor 1.267,9 basis poin, sedangkan premi Intel menyentuh rekor 149,7 basis poin.
Bruce Zaro, direktur pelaksana Granite Wealth Management, menilai pembangunan pusat data dapat menghadapi perlawanan lebih besar karena dampaknya terhadap lingkungan dan infrastruktur lokal, termasuk beban pada jaringan listrik dan sistem air.
Analis UBS memperkirakan sekitar 30 persen tambahan kapasitas pusat data yang direncanakan di Amerika Serikat pada 2028 berpotensi terdampak kemungkinan penghentian sementara pembangunan. Proyek pusat data membutuhkan investasi besar untuk fasilitas komputasi, pasokan listrik, dan sistem pendingin.