
JMTB Gelar Kompetisi Pushbike untuk 337 Anak
14 menit yang lalu
Aksi yang dipimpin anak muda diperkirakan berlangsung di tengah kekhawatiran akan gangguan keamanan.
Terbit · 1 min read

Sejumlah toko di Jerman dan Prancis memasang pelindung jendela menjelang demonstrasi yang diperkirakan berlangsung pada akhir pekan bertepatan dengan Halloween. Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip Al Jazeera, aksi di Jerman dipimpin kelompok anak muda dan membawa tuntutan terkait biaya hidup, pendidikan, serta kebijakan pemerintah.
Di Jerman, sekitar 150 ribu orang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti demonstrasi di sekitar 30 kota pada Sabtu (31/10/2026), termasuk Berlin, Frankfurt, dan Cologne. Di Prancis, toko dan tempat usaha di Paris serta sejumlah kota lain mulai memasang pelindung pada Jumat (30/10/2026).
Kelompok GenZ regelt!, yang berarti “Gen Z bisa mengatasinya!”, memimpin aksi di Jerman. Kelompok itu menyuarakan keluhan tentang tingginya biaya hidup, buruknya pemeliharaan sekolah, pemangkasan anggaran pemerintah, serta keputusan politik yang dinilai kurang mempertimbangkan kepentingan generasi muda.
Polisi Jerman berencana mengerahkan ribuan personel tambahan untuk mengantisipasi gangguan keamanan. Sejumlah toko perhiasan mewah dan pakaian memasang papan pelindung untuk mencegah kemungkinan penjarahan atau kekerasan.
Di Prancis, kepolisian menyiapkan 70 ribu personel di seluruh negeri, sementara lebih dari 40 stasiun metro di Paris akan ditutup selama demonstrasi. Otoritas setempat juga melarang penggunaan masker yang menutupi wajah.
Menteri Dalam Negeri Prancis memperingatkan risiko gangguan ketertiban pada akhir pekan sangat tinggi. Peringatan itu muncul setelah tiga pekan berturut-turut aksi protes yang dipimpin anak muda, termasuk kerusuhan di sejumlah kota dua pekan sebelumnya dan bentrokan sporadis dengan polisi pada akhir pekan lalu.
Gelombang demonstrasi yang sebagian besar dipimpin anak muda juga berlangsung di sejumlah negara Eropa dalam beberapa pekan terakhir. Tuntutannya antara lain menyangkut kenaikan harga kebutuhan hidup, kondisi fasilitas pendidikan, dan terbatasnya prospek masa depan generasi muda.
Presiden Kamar Dagang Prancis Alain Di Crescenzo mengatakan para pelaku usaha mengkhawatirkan keamanan menjelang demonstrasi. Kepada radio France Inter, ia menyebut perayaan Halloween dapat memperumit situasi karena orang-orang akan mengenakan topeng.