
Polisi Sebut Konser Andrea Bocelli Kondusif
14 menit yang lalu
AISI menilai motor hemat bahan bakar, bahan bakar nabati, dan listrik dapat melengkapi pilihan mobilitas.
Terbit · 1 min read

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mendorong pengembangan teknologi sepeda motor melalui beragam pilihan, termasuk mesin yang lebih hemat bahan bakar dan pemanfaatan etanol. Menurut laporan CNNIndonesia.com, Ketua Bidang Komersial AISI Yosef Utama menyebut kebutuhan mobilitas masyarakat tidak hanya dapat mengandalkan satu teknologi.
Yosef menyampaikan pandangan itu di Jakarta pekan lalu. Ia menyebut bahan bakar alternatif seperti bahan bakar nabati dapat melengkapi pilihan energi untuk sepeda motor.
Menurut Yosef, pengembangan mesin pembakaran dalam agar lebih hemat bahan bakar dapat berjalan bersama pemanfaatan bahan bakar nabati. Ia menyebut campuran etanol E5, E10, E20, dan E50 sebagai pilihan yang dapat melengkapi teknologi tersebut.
AISI juga memandang sepeda motor listrik berbasis baterai sebagai bagian dari pengembangan industri roda dua. Pabrikan dinilai perlu terus menyesuaikan teknologi kendaraan listrik agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
Yosef mengatakan kontribusi sepeda motor listrik saat ini diperkirakan sekitar 1 hingga 2 persen. Ia menilai segmen itu dapat bertumbuh jika mampu memenuhi kebutuhan mobilitas konsumen.
Yosef tidak merinci produsen yang telah menyiapkan sepeda motor untuk menggunakan bahan bakar campuran etanol. Laporan CNNIndonesia.com menyebut Honda dan Suzuki pernah menyampaikan bahwa produk mereka dapat menggunakan bensin yang mengandung etanol hingga 10 persen.
Menurut laporan yang sama, Astra Honda Motor pernah menyebut sepeda motor keluaran terbaru yang dijual di Indonesia kompatibel dengan bensin E10 tanpa penyesuaian mesin. Suzuki Indomobil Sales menyebut sepeda motor yang ditawarkan di Indonesia dapat menggunakan bahan bakar dengan kadar etanol hingga 10 persen, sedangkan Yamaha belum mengungkap kompatibilitas seluruh produknya dengan bioetanol.