
Jateng Perkuat Pengawasan untuk Cegah Korupsi
9 menit yang lalu
Pertemuan di Ningbo dihadiri perwakilan 20 kota dan menghasilkan penandatanganan 14 proyek kerja sama.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA yang bersumber dari Ningbo International Communication Center, Dialog Wali Kota Global 2026 digelar di Ningbo, Provinsi Zhejiang, Tiongkok, pada 2-5 November 2026. Wali kota dan perwakilan dari 20 kota di 15 negara dan wilayah di lima benua menghadiri pertemuan itu untuk membahas keterbukaan dan kerja sama.
Acara tersebut juga dihadiri wali kota dari tiga kota di Lebanon, perwakilan organisasi internasional, dan perusahaan. Di antara peserta yang disebut dalam laporan adalah Wali Kota Auckland Wayne Brown dan perwakilan Wali Kota Firenze Enrico Ricci.
Pertemuan mengusung tema keterbukaan dan konektivitas untuk peluang bersama. Rangkaian acaranya mencakup dialog utama para wali kota, dua diskusi berbasis skenario, serta tiga kegiatan pertukaran dan pembelajaran antarbudaya.
Para peserta mengunjungi Pelabuhan Ningbo-Zhoushan, Ningbo Yaji Logistics Co., Ltd., Ningbo PIA Automation Holding Corp., Peacebird Group, Danau Dongqian, dan Old Bund. Kunjungan mencakup lokasi logistik pelabuhan cerdas dan bengkel pintar tempat robot berwujud diproduksi, untuk mengeksplorasi keterbukaan kota dan peluang kerja sama.
Sebanyak 14 proyek ditandatangani dalam bidang pertukaran persahabatan, ekonomi dan perdagangan, pendidikan sains dan teknologi, serta pariwisata budaya. Proyek itu termasuk rencana hubungan pertukaran persahabatan antara Yuyao dan Errachidia, Maroko, serta antara Distrik Yinzhou di Ningbo dan Kanton Saint-Étienne-du-Rouvray di Prancis.
Dalam acara tersebut, penyelenggara juga merilis Konsensus Ningbo tentang Pembangunan Kolaboratif. Dokumen itu menyerukan keterbukaan dan konektivitas, kerja sama industri, hubungan antarmasyarakat, serta upaya menjaga kelancaran rantai industri dan pasokan.
Wakil Presiden Wilayah Metropolitan Rouen sekaligus Wali Kota Kanton Saint-Étienne-du-Rouvray, Joachim Moyse, mengatakan bahwa orang-orang perlu lebih sering duduk bersama untuk membangun kerangka perdamaian. Menurut Moyse, perdamaian merupakan prasyarat bagi semua kerja sama; ia ingin membawa pulang visi Ningbo tentang kota yang memperhatikan semua lapisan sosial dan dibangun berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Acara itu juga menampilkan pameran tujuh bagian bertajuk “Ningbo dan Dunia: Budaya Tionghoa Global dengan Perusahaan Ningbo di Luar Negeri”, tentang upaya mengembangkan konektivitas ekonomi dan perdagangan serta hubungan antarmasyarakat. Dalam acara Malam Ningbo, Perpustakaan Siming Ningbo dan buku-buku pilihan para tamu ditempatkan bersama di Tianyi Pavilion sebagai bagian dari kegiatan persahabatan antarkota.