
DPR Sebut Belum Ada Aturan soal Sanksi Etik Calon KPU
12 menit yang lalu
Gaikindo menilai tren kendaraan listrik menekan penjualan LCGC, sementara target penjualan mobil 2026 tetap 850.000 unit.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, segmen mobil murah ramah lingkungan (LCGC) di Indonesia menghadapi tantangan di tengah peralihan konsumen ke kendaraan elektrifikasi. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai perkembangan teknologi mobil listrik menjadi salah satu faktor yang menekan penjualan LCGC dan mobil konvensional.
Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika mengatakan, program LCGC yang diluncurkan sekitar 2012-2014 sempat mencatatkan keberhasilan besar. Pangsa pasarnya bahkan pernah mencapai 24 persen dari total penjualan mobil nasional.
Putu menyampaikan hal itu saat ditemui di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (21/10/2026), sebagaimana dikutip Sabtu (24/10/2026). Menurut dia, tren kendaraan listrik yang terus meningkat mulai mengubah pilihan konsumen dan menjadi tantangan bagi industri untuk mempertahankan segmen pembeli mobil pertama.
Putu menilai mobil murah ke depan tidak harus selalu menggunakan mesin pembakaran internal. Menurut dia, teknologi hibrida maupun hibrida plug-in dapat menjadi alternatif selama harga kendaraan tetap terjangkau bagi masyarakat.
Di tengah perubahan tren tersebut, menurut laporan yang sama, Gaikindo masih optimistis terhadap prospek penjualan mobil nasional sepanjang tahun ini. Organisasi industri otomotif itu memasang target penjualan sebanyak 850.000 unit pada 2026.
Putu mengatakan, penjualan sepanjang Januari-September 2026 tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan ritel meningkat 15 persen, sedangkan penjualan grosir naik lebih tinggi, yakni 21 persen.
Gaikindo belum menetapkan proyeksi resmi penjualan mobil untuk 2027. "Belum mengeluarkan prediksi apapun. Tapi dari angka pertumbuhan tadi kan mengidentifikasikan bahwa kita optimis, harus optimis," kata Putu.
Putu berharap penjualan mobil nasional tahun ini dapat mencapai 850.000 unit dan membuka peluang pencapaian yang lebih tinggi. Meski begitu, angka tersebut masih digunakan sebagai target sementara.