
Ombudsman Perkuat Sidak Cegah Penyiksaan
14 menit yang lalu
Platform ini memuat data bus listrik dan alat simulasi untuk membantu perencanaan pemerintah.
Terbit · 1 min read

Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia menghadirkan platform digital E-Bus Hub untuk membantu pemerintah pusat dan daerah merencanakan penyediaan bus listrik. Menurut laporan ANTARA, Manajer Mobilitas Urban ITDP Indonesia Mizandaru Wicaksono menyampaikan hal itu dalam peluncuran platform di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Platform berbasis web tersebut dikembangkan dengan dukungan ViriyaENB dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. E-Bus Hub memadukan data pengoperasian bus listrik, referensi kebijakan, informasi kendaraan, dan perangkat simulasi perencanaan.
Mizandaru mengatakan platform itu mengintegrasikan informasi dan alat bantu untuk mendukung perencanaan serta pengembangan bus listrik di Indonesia. Salah satu fitur utamanya adalah peta interaktif yang menunjukkan persebaran dan tingkat adopsi bus listrik di berbagai kota.
Peta tersebut memuat informasi jumlah armada, tingkat elektrifikasi, waktu operasional, model dan spesifikasi kendaraan, serta jumlah dan jenis pengisi daya di setiap kota. Mizandaru mengatakan data antarkota dihimpun agar pemerintah daerah dapat belajar dari wilayah yang telah menerapkan bus listrik.
E-Bus Hub juga menyediakan kalkulator untuk simulasi awal biaya operasional kendaraan, penurunan emisi gas rumah kaca dan polutan, serta analisis biaya manfaat. Pengguna dapat menyesuaikan parameter berdasarkan kondisi wilayah, jenis bus, kebutuhan pengisian daya, biaya energi, dan skema pengadaan.
Skema pengadaan yang dapat dimasukkan mencakup pembelian atau penyewaan armada. Hasil analisis dari platform tersebut dapat diunduh dalam format PDF.
Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan Muiz Thohir mengatakan elektrifikasi angkutan umum perkotaan, khususnya bus, merupakan bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menekan emisi gas rumah kaca. Ia juga menyebut bus listrik berpotensi mengurangi polusi udara dan mendukung sistem transportasi perkotaan.
Muiz berharap E-Bus Hub dimanfaatkan untuk mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan. Ia menyebut pemerintah daerah, operator angkutan umum, akademisi, pelaku industri, dan pihak lain yang menaruh perhatian pada angkutan umum bersih dan berkelanjutan sebagai calon pengguna platform.