
Penyaluran KUR Capai Rp262 Triliun
10 menit yang lalu
Kerja sama mencakup pembiayaan, komponen lokal, serta jaringan pengisian dan penukaran baterai motor listrik.
Terbit · 1 min read

PT Len Industri (Persero) menjalin kerja sama dengan lima mitra untuk memperkuat ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas). Menurut laporan ANTARA, kerja sama itu mencakup tiga kelompok bidang, yakni pembiayaan, pengembangan komponen lokal, serta jaringan pengisian dan penukaran baterai.
Penandatanganan nota kesepahaman berlangsung dalam hari kedua Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta. Laporan ANTARA menyebut Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT Len Industri Amalia Maya Fitri menyampaikan keterangan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/10/2026).
Mitra kerja sama pembiayaan adalah PT Mandiri Utama Finance. Pengembangan komponen lokal melibatkan PT Pindad dan PT Industri Baterai Indonesia, sedangkan jaringan pengisian dan penukaran baterai dikembangkan bersama PT PLN (Persero) dan PT Pertamina Patra Niaga.
Amalia mengatakan konsolidasi lintas BUMN dan swasta diproyeksikan menghubungkan rantai pasok kendaraan listrik berbasis baterai di dalam negeri. Cakupannya meliputi ketersediaan baterai, manufaktur, skema kredit, serta stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum.
“Pengembangan motor listrik nasional tidak hanya bergantung pada ketersediaan produk, tetapi juga pada kesiapan ekosistem yang mendukungnya. Melalui kolaborasi ini, Len mendorong keterhubungan berbagai mitra agar pengembangan Molinas dapat berjalan secara terintegrasi dan memperkuat kapabilitas industri dalam negeri,” ujar Amalia dalam keterangan PT Len.
Dalam peta jalan Molinas, PT Len berperan sebagai koordinator pelaksanaan dan integrator ekosistem yang menyelaraskan peran teknis para mitra. Menurut laporan yang sama, penandatanganan tiga nota kesepahaman menjadi pijakan untuk membahas rincian teknis, kebutuhan, dan jadwal pelaksanaan sesuai kesiapan masing-masing instansi.
PT Len menyebut Molinas dirancang sebagai ekosistem terbuka bagi pelaku industri lokal, termasuk di bidang riset, rantai pasok komponen, distribusi, pembiayaan, dan layanan purnajual. Amalia mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah awal dan mengundang lebih banyak mitra untuk bergabung.
Amalia berharap kolaborasi itu dapat meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri, mendorong efisiensi energi nasional, serta mempercepat transisi menuju mobilitas ramah lingkungan.