
AS Akan Hapus Tarif 50 Persen Barang Kanada
11 menit yang lalu
Rem berdecit dapat berkaitan dengan debu, kelembapan, kampas aus, atau masalah komponen lain; penanganan mengikuti penyebabnya.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA yang terbit pada 24 Oktober 2026, suara berdecit saat mengerem pada sepeda motor kerap mengganggu kenyamanan berkendara. Bunyi itu terkadang muncul setelah motor kehujanan atau dicuci, tetapi bisa juga menjadi tanda masalah pada kampas rem maupun komponen pengereman lainnya.
Menurut laporan yang sama, penyebabnya beragam, mulai dari debu yang menempel, kelembapan pada komponen rem, kampas yang mulai aus, hingga permukaan cakram yang tidak rata. Ulasan tersebut mengutip petunjuk dari pabrikan kendaraan bermotor.
Debu jalanan, pasir halus, dan kotoran yang menempel pada kampas atau piringan cakram dapat mengganggu kontak antarkomponen dan memicu bunyi berdecit. Pada motor dengan rem tromol, debu juga dapat menumpuk di bagian dalam rumah tromol.
Jika bunyi muncul sesekali dan kemampuan pengereman tetap normal, kotoran bisa menjadi penyebabnya. Namun, pemeriksaan tetap diperlukan bila suara tidak hilang atau makin keras.
Kampas rem yang menipis juga perlu diwaspadai karena material geseknya berkurang seiring pemakaian dan harus diganti sesuai batas keausan dari pabrikan. Kampas yang sudah sangat tipis dapat membuat bagian logamnya bergesekan dengan cakram sehingga menghasilkan suara kasar.
Cakram yang kotor, tergores, berkarat, atau aus tidak merata dapat menimbulkan suara tidak biasa serta getaran ketika tuas rem ditekan. Pembersihan mungkin cukup bila penyebabnya hanya kotoran, sedangkan cakram yang melewati batas keausan atau rusak perlu diperbaiki atau diganti sesuai spesifikasi kendaraan.
Kelembapan dan lapisan karat tipis setelah hujan atau pencucian dapat memengaruhi gesekan kampas dan cakram. Pada kondisi ringan, suara dapat hilang setelah komponen mengering. Kampas baru juga bisa berbunyi karena perlu menyesuaikan permukaannya dengan cakram melalui penggunaan rem bertahap sesuai petunjuk pabrikan, tetapi pemasangan kurang tepat atau masalah pada kaliper juga dapat menjadi penyebabnya.
Kaliper yang tidak bergerak baik akibat kotoran, korosi, atau kemacetan pada piston dan pin geser membuat kampas terus bergesekan dengan cakram meski tuas rem sudah dilepas. Kampas dan piringan yang terkena oli, gemuk, atau cairan lain dapat kehilangan daya gesek; pelumas serbaguna tidak boleh disemprotkan ke cakram atau kampas untuk menghilangkan bunyi.
Langkah yang disarankan meliputi memeriksa rem setelah hujan, membersihkan komponen dengan metode yang sesuai, memeriksa ketebalan kampas serta kondisi cakram atau tromol, memastikan komponen terpasang benar, dan melakukan servis berkala. Pemeriksaan segera diperlukan bila ada gesekan logam kasar, tuas rem terasa terlalu dalam, getaran kuat, roda terasa seret, atau daya pengereman menurun.
Jika rem kehilangan daya pengereman, terjadi kebocoran cairan rem, atau terdengar gesekan logam yang disertai gangguan pengereman, jangan gunakan motor. Hentikan kendaraan di tempat aman dan bawa ke bengkel dengan bantuan.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.