
ASDP Merak Akan Apungkan Kembali KMP Batu Mandi
12 menit yang lalu
Korban terakhir, Suraji, meninggal akibat luka bakar setelah ikut memadamkan api di kawasan TNBTS.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, enam orang tewas dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Korban terakhir tercatat meninggal pada Jumat (23/10/2026) akibat luka bakar yang dideritanya.
Korban tersebut bernama Suraji, DW Sekuriti Artotel PT Mitra Indo Permai. Ia meninggal sekitar pukul 12.00 WIB setelah menjalani perawatan intensif.
Kabar itu disampaikan Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha. "Bapak Suraji, DW Sekuriti Artotel PT Mitra Indo Permai yang selama ini menjalani perawatan intensif setelah terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran di kawasan Bromo, telah berpulang pada hari ini, sekitar pukul 12.00 WIB," kata Rudijanta.
Menurut laporan yang sama, Suraji meninggal setelah berusaha memadamkan api di Resort Tengger Laut Pasir, Seksi PTN Wilayah L, Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo. Kepergiannya menambah daftar petugas yang menjadi korban kebakaran di kawasan konservasi Bromo sejak 15 Oktober.
Lima personel lainnya lebih dulu meninggal dalam upaya pemadaman api di titik Pusung Lingker-Probolinggo. Mereka adalah petugas BB TNBTS Sukaris (55) dan Hendra Rony Wagiyanata (33).
Korban lainnya adalah Wisnu Yuda Pratama (25) dan Sefriel Ardiansyah (19), karyawan hotel di sekitar lokasi kejadian, serta Munawi (44), anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP).
CNN Indonesia menyebut karhutla yang belakangan melanda sejumlah wilayah Indonesia telah memakan korban jiwa, tidak hanya di Bromo. Di Samarinda, Kalimantan Timur, seorang pria berinisial LJ (60) meninggal akibat terbakar saat api melalap kawasan perkebunan di Jalan Anggur, Kelurahan Sidodadi, pada 13 Oktober. Awalnya, ia bersama warga berupaya memadamkan api secara mandiri agar tidak merambat ke permukiman.
Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi Jafar, seperti dilansir dari Antara, menyatakan pemeriksaan awal tim medis mengonfirmasi korban meninggal akibat luka bakar serius dan paparan hawa panas.
Dilansir dari Detik, Ketua Tim Serbu Api Kecamatan (TSAK) Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Akhmad Rizani (53), meninggal pada 27 Agustus setelah memadamkan kebakaran lahan di Jalan Rungan. Dilansir dari BBC, setidaknya tiga anak di Kalimantan dilaporkan meninggal akibat kabut asap.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.