
Hattrick Bawa Ronaldo ke 985 Gol Karier
9 menit yang lalu
Sekitar 500 orang berunjuk rasa setelah kecelakaan kereta menewaskan sedikitnya 68 orang.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, kelompok sayap kanan bentrok dengan polisi di Madrid, Spanyol, pada Rabu (28/10/2026). Demonstrasi itu menuntut pemerintah mengundurkan diri setelah kecelakaan kereta menewaskan sedikitnya 68 orang.
Sekitar 500 demonstran berkumpul di depan Kementerian Transportasi Spanyol. Laporan yang sama menyebutkan sejumlah peserta melemparkan botol dan suar ke arah polisi.
Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa yang memenuhi jalan. Pihak berwenang melaporkan tidak ada korban luka maupun penangkapan dalam bentrokan tersebut.
Menurut laporan CNBC Indonesia, kecelakaan kereta terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Sebuah kereta ekspres berkecepatan tinggi menabrak kereta yang sedang berhenti.
Laporan tersebut menyebut kecelakaan itu menjadi yang paling mematikan di Eropa sejak kereta anjlok di Santiago de Compostela, Spanyol, pada 2013. Insiden tersebut menewaskan 80 orang.
Kecelakaan terbaru itu juga terjadi setelah insiden fatal pada Januari di jalur yang sama. Kecelakaan tersebut melibatkan kereta cepat dari pengelola yang sama dan menewaskan 46 orang.