
Kemenpora Dorong Penguatan Karakter Lewat Codero
8 menit yang lalu
Aksi yang bermula dari tuntutan reformasi pendidikan berkembang menjadi desakan agar PM Edi Rama mundur.
Terbit · 1 min read

Bentrokan fisik terjadi antara anggota parlemen Albania pada Kamis (22/10/2026) waktu setempat saat oposisi berusaha mengganggu sidang, sementara majelis melanjutkan pemungutan suara atas rancangan undang-undang. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Euronews, kericuhan berlangsung setelah pimpinan parlemen menolak permintaan oposisi untuk membahas demonstrasi mahasiswa.
Aksi mahasiswa telah berlangsung selama sepuluh hari berturut-turut dan melumpuhkan ibu kota Tirana. Pada Kamis (22/10/2026), hari kesepuluh protes, massa mengepung pintu masuk gedung parlemen, sedangkan anggota oposisi memblokir podium sambil membawa foto mahasiswa yang terluka dalam aksi sebelumnya.
Selama hampir dua pekan, demonstran dan polisi berulang kali bentrok di pusat kota. Menurut laporan yang sama, demonstran melempar batu, suar, bom molotov, dan kembang api ke arah barikade; polisi menggunakan pentungan, meriam air, dan gas air mata.
Aksi itu awalnya menuntut penurunan biaya kuliah, peningkatan investasi pemerintah di bidang pendidikan, serta penghapusan korupsi dalam sistem pendidikan. Gerakan tersebut kemudian meluas menjadi protes antipemerintah yang menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Albania Edi Rama.
Rama menolak mundur. Setelah bertemu guru dan perwakilan sekolah, ia menyatakan keluhan masyarakat yang sah dimanfaatkan pihak-pihak untuk menghasut kekerasan.
Menurut laporan yang sama, Rama mengatakan upaya menggulingkan pemerintah melalui kekerasan tidak akan dibiarkan. Pernyataan itu disampaikan saat demonstrasi mahasiswa terus berlangsung.
Protes mahasiswa tersebut menyusul demonstrasi berbulan-bulan sebelumnya yang diorganisasikan gerakan Flamingo. Gerakan itu menentang proyek pariwisata mewah di pesisir Adriatik selatan Albania yang dikaitkan dengan firma investasi milik Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Laporan CNBC Indonesia juga menyebut protes dan tekanan publik di sejumlah negara Eropa, yang dikaitkan dengan persoalan harga bahan bakar, layanan publik, pendanaan sekolah, dan perumahan. Prancis dan Italia mengalami aksi serupa, sementara tenda-tenda muncul di Spanyol dan Portugal di tengah kemarahan atas mahalnya perumahan; demonstrasi yang lebih luas direncanakan di Yunani pada pekan itu.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.