
BKSDA Selamatkan Induk dan Anak Orangutan di Kotim
14 menit yang lalu
KNEKS mendorong wisata halal yang menghubungkan pengalaman wisatawan dengan rantai nilai ekonomi lokal.
Terbit · 2 min read

Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menilai pariwisata halal Indonesia perlu berfokus pada peningkatan pengalaman wisatawan dan penguatan rantai nilai ekonomi. Menurut laporan ANTARA, Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah merangkap Direktur Industri Produk Halal KNEKS Putu Rahwidhiyasa mengatakan potensi industri ini perlu dikembangkan dengan menghubungkan produk halal, layanan pariwisata, dan kebutuhan wisatawan Muslim.
Dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (24/10/2026), Putu menyatakan keterhubungan tersebut diharapkan membuka peluang pasar lebih luas bagi pelaku usaha lokal. Peluang itu mencakup usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang kuliner, kerajinan, serta layanan pendukung perjalanan.
Menurut Putu, pengembangan pariwisata ramah Muslim tidak cukup hanya memenuhi regulasi dan sertifikasi. Pengembangan itu perlu diarahkan pada pengalaman wisata yang terintegrasi dengan gaya hidup Muslim modern.
CEO Meraya Coki Lubis mengatakan promosi destinasi saja tidak cukup untuk membangun kesadaran publik terhadap wisata halal. “Destinasi yang indah belum tentu dikenal, yang dikenal belum tentu dikunjungi, dan yang dikunjungi belum tentu memberikan dampak ekonomi yang merata. Karena itu, kita perlu menghubungkan potensi destinasi dengan pasar, sekaligus memastikan masyarakat lokal menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata,” ujar Coki.
Coki juga menekankan pendekatan dari bawah dalam membangun ekosistem wisata. Menurut dia, masyarakat di sekitar destinasi perlu dilibatkan sejak tahap perencanaan dan pengembangan, bukan hanya menerima manfaat setelah program berjalan.
Ia mengatakan ekosistem pariwisata yang kuat perlu tumbuh bersama masyarakat. Keterlibatan warga dalam memahami peluang ekonomi dan pengelolaan destinasi, menurut Coki, dapat menumbuhkan rasa memiliki yang penting bagi keberlanjutan industri.
Pendekatan tersebut dapat dilakukan dengan menghubungkan UMKM, pengelola penginapan rumahan, pemandu lokal, pengrajin, penyedia kuliner halal, dan komunitas setempat ke dalam paket perjalanan serta jaringan distribusi pariwisata. Menurut laporan yang sama, keterhubungan itu diharapkan memberi wisatawan pengalaman lebih utuh sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.
Pengembangan wisata halal juga didorong melalui Indonesia Muslim Travel Fair (IMTF) 2027. Ajang itu dijadwalkan berlangsung pada 23–24 Januari 2027 di ICE BSD City, Tangerang, Banten.