
BKSDA Selamatkan Induk dan Anak Orangutan di Kotim
15 menit yang lalu
Lula dan Flavio Bolsonaro saling menyerang soal kebijakan dan tuduhan korupsi dua hari sebelum putaran kedua pemilu Brasil.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia yang merujuk AFP dan Reuters, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan politikus sayap kanan Flavio Bolsonaro saling menyerang secara pribadi dalam debat dua hari menjelang putaran kedua pemilu presiden.
Debat itu berlangsung pada Jumat (23/10/2026) dan diselenggarakan oleh saluran televisi Globo. Putaran kedua pemilu dijadwalkan pada Minggu (25/10/2026).
Lula, yang berupaya mengamankan masa jabatan keempatnya, awalnya membela kebijakan pemerintahannya menaikkan upah minimum di atas tingkat inflasi. Ia juga menegaskan bahwa pemerintahannya telah membantu jutaan rakyat Brasil terbebas dari kelaparan.
Lula kemudian mencemooh Flavio yang menurutnya tak pernah merasakan kelaparan karena tinggal berkecukupan sejak kecil. Ia juga menyebut Flavio ibarat anak sekolah yang belajar untuk ujian masuk perguruan tinggi, tetapi tidak benar-benar memahaminya.
Flavio merupakan anak mantan Presiden Jair Bolsonaro, yang berkuasa pada 2019 hingga 2023, dan dikenal sebagai sekutu dekat Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menanggapi Lula, ia mengatakan harga pangan di bawah pemerintahan Lula naik sangat tajam hingga mencekik warga, serta mengkritik reformasi pajak yang disetujui Lula karena diprediksi menambah beban pajak konsumen.
Menurut kutipan Reuters dalam laporan yang sama, Flavio juga menyindir bahwa Lula tidak lagi ingat kapan terakhir kali berbelanja bahan makanan karena kini tinggal di istana mewah.
Dalam sesi tanpa moderator, keduanya bersitegang dan saling berusaha mengaitkan lawan dengan penipuan yang melibatkan Banco Master. Lula mendesak Flavio mengaku soal keterkaitannya dengan bankir yang dipenjara, Daniel Vorcaro, sedangkan Flavio menyinggung tuduhan yang melibatkan putra Lula dan penipuan dana pensiun.
Pada putaran pertama 4 Oktober 2026, Flavio unggul tipis dengan 47 persen suara dan Lula mengantongi 45 persen, tetapi hasil itu belum mengamankan suara mayoritas yang dibutuhkan. Sejak itu keduanya saling melempar hinaan dan tuduhan korupsi, dan Lula menuduh Meta membatasi aktivitas pendukungnya secara daring untuk mendukung dinasti Bolsonaro.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.