
Bappebti Catat Transaksi Emas Rp347,65 Triliun
17 menit yang lalu
Penutupan dikaitkan dengan masalah sanitasi, sementara BGN menyoroti dugaan percaloan dalam pengelolaan dapur.
Terbit · 1 min read

Badan Gizi Nasional (BGN) menutup lebih dari 2.000 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara permanen. Menurut laporan CNBC Indonesia, Kepala BGN Sudaryono mengatakan penutupan dilakukan setelah ditemukan pelanggaran, terutama terkait kebersihan dan sanitasi.
Sudaryono menyampaikan hal itu dalam acara Transformasi MBG 2.0 di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Ia menyebut dapur yang terbukti melakukan kelalaian serius dapat dikenai sanksi penutupan permanen.
Salah satu kasus yang disoroti terjadi di Karo, Sumatra Utara. Menurut Sudaryono, ikan yang tidak tertampung di freezer dibiarkan pada suhu ruang selama lebih dari 12 jam sebelum dimasak.
Sudaryono juga menyinggung penggunaan telur puyuh yang telah matang dan dikupas di Cirebon. Ia mengatakan proses pengolahan dan kebersihan pihak yang menangani telur tersebut tidak diketahui.
Selain persoalan sanitasi, Sudaryono menyebut BGN menemukan dugaan praktik percaloan dalam pengelolaan dapur MBG. Ia mengatakan ada oknum yang membentuk yayasan dan mencari lokasi dapur, tetapi tidak memiliki modal untuk menjalankan operasional.
Sudaryono menyebut adanya permintaan potongan Rp500 hingga Rp1.500 untuk setiap ompreng. Ia mengatakan potongan itu dapat dikalikan dengan jumlah ompreng dan dapur yang dikelola.
Sudaryono menyatakan BGN akan membersihkan praktik tersebut tanpa memandang siapa pemilik yayasan. Ia mengatakan yayasan yang tidak memiliki peranan akan dibersihkan.