
Petugas Tingkatkan Pengawasan Pantai Selatan Cianjur
10 menit yang lalu
Wakil Ketua Komisi IX DPR mengajak pemuda merawat persatuan saat membuka Napak Tilas Sumpah Pemuda di Jakarta.
Terbit · 2 min read

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengajak generasi muda terus merawat semangat persatuan dan memaknai sejarah perjuangan bangsa melalui semangat Sumpah Pemuda, menurut laporan ANTARA.
Ajakan itu disampaikan saat ia membuka Napak Tilas Sumpah Pemuda di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta, Minggu (25/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara Merah Muda Fest 2026 untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98.
"Napak tilas ini bukan sekadar kegiatan berjalan bersama, menyusuri sejumlah tempat bersejarah, tapi lebih dari itu merupakan upaya untuk mengenal sekaligus mengingatkan generasi muda tentang sejarah lahirnya Sumpah Pemuda," kata Charles.
Menurut laporan yang sama, kegiatan ini diikuti 500 pemuda-pemudi dari seluruh Indonesia. Hadir pula Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, para pimpinan dan anggota DPR/DPRD, jajaran pengurus partai, serta pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Charles menjelaskan, rute napak tilas tahun ini sejauh sekitar 3 kilometer. Peserta berangkat dari Museum Sumpah Pemuda, melintasi kawasan Gereja Katedral Jakarta, lalu berakhir di Lapangan Banteng. Museum Sumpah Pemuda, kata dia, mengingatkan kembali momen ketika para pemuda dari berbagai organisasi kedaerahan seperti Jong Jawa, Sumatera, dan Ambon, dengan latar belakang suku dan agama berbeda, menyatukan tekad mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, Indonesia.
Ia menuturkan, lingkungan Gereja Katedral Jakarta memiliki nilai sejarah karena di sana terdapat gedung yang menjadi salah satu tempat penyelenggaraan Kongres Pemuda II pada 27 Oktober 1928. Kongres itu berpuncak pada lahirnya ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Adapun Lapangan Banteng menjadi titik akhir refleksi perjuangan tokoh pemuda masa lampau, seperti Muhammad Yamin, Sugondo Djojopoespito, dan Mohammad Tabrani.
Menurut Charles, keberanian para pemuda pada 1928 dan semangat persatuan menjadi fondasi berdirinya bangsa Indonesia. Ia menekankan pentingnya menjaga agar sejarah perjuangan bangsa tidak berhenti sebagai catatan buku atau seremoni tahunan, tetapi menjadi sumber inspirasi bagi anak muda untuk berbuat nyata bagi Indonesia.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari napak tilas perjalanan bangsa menyongsong satu abad Sumpah Pemuda pada 2028.
"Mari kita gunakan momentum ini untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan rasa cinta tanah air, dan membangun generasi muda yang tidak hanya bangga terhadap sejarah bangsanya, tapi juga bersedia melanjutkan perjuangan untuk masa depan Indonesia," pungkasnya.