
Polres Rejang Lebong Ungkap Penimbunan Biosolar
11 menit yang lalu
Patroli diperketat saat gelombang tinggi mengancam keselamatan nelayan dan wisatawan.
Terbit · 1 min read

Petugas gabungan Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meningkatkan pengawasan di sepanjang pantai selatan Cianjur untuk mencegah kecelakaan laut. Menurut laporan ANTARA, Camat Cidaun Gagan Rusganda mengatakan petugas mengimbau masyarakat, nelayan, dan wisatawan menjauhi bibir pantai saat cuaca ekstrem.
Gagan menyampaikan keterangan itu di Cianjur pada Minggu (25/10/2026). Imbauan agar nelayan tidak melaut dan masyarakat tidak mendekati pantai telah dilakukan sejak sekitar satu bulan terakhir.
Menurut Gagan, gelombang tinggi yang sulit diprediksi dapat terjadi sejak pagi hingga petang dan mengancam keselamatan nelayan serta wisatawan yang bermain atau berenang di tepi pantai. Gelombang disebut dapat mencapai 5 meter setiap hari.
Ia mengatakan patroli ditingkatkan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan, terutama pada akhir pekan. Pengelola tempat wisata juga diminta menyampaikan imbauan kepada pengunjung agar tidak berenang di tepi pantai.
Petugas turut meminta penambahan rambu larangan berenang atau mendekati bibir pantai di titik rawan. Patroli dilakukan setiap hari dengan melibatkan relawan dari desa-desa di sepanjang pantai.
Dalam sepekan terakhir, menurut Gagan, dua kecelakaan laut menimpa nelayan yang pergi melaut. Dua perahu ditemukan terbalik dan para pengemudinya tidak ditemukan; pencarian yang dilakukan belum membuahkan hasil.
Gagan menyebut laporan pertama terjadi pada akhir pekan sebelumnya. Nelayan yang dilaporkan hilang dalam peristiwa itu belum ditemukan setelah pencarian selama tujuh hari.
Laporan kedua, kata Gagan, terjadi pada Minggu (25/10/2026), ketika seorang nelayan asal Cidaun dilaporkan hilang terbawa gelombang. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihak kecamatan berkoordinasi dengan TNI dan Polri serta relawan untuk mengimbau nelayan menghentikan sementara kegiatan melaut sampai cuaca kembali normal.