
BPOM Uji Kandungan Beeru Stevia
12 menit yang lalu
Dahnil menyebut dukungan masyarakat lintas agama dapat menjadi wujud toleransi dan kerja sama dalam pelayanan haji.
Terbit · 1 min read

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan masyarakat lintas agama untuk mendukung pelayanan jemaah haji Indonesia. Menurut laporan CNNIndonesia, gagasan itu ditujukan untuk memperkuat toleransi, kebinekaan, dan gotong royong.
Dahnil menyampaikan gagasan tersebut di Manado. Pernyataannya dikutip dari keterangan tertulis pada Sabtu (31/10/2026). Ia menilai masyarakat Indonesia memiliki karakter majemuk.
Menurut Dahnil, pelayanan jemaah tidak hanya dapat didukung umat Islam, tetapi juga berbagai elemen masyarakat atas dasar kemanusiaan dan persaudaraan. Ia menyebut petugas haji dapat melibatkan warga dari berbagai latar belakang agama.
“Fokus kita adalah memastikan jemaah haji menjadi simbol toleransi bagi umat beragama. Nantinya, petugas-petugas haji dapat melibatkan saudara-saudara kita dari kalangan Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan sebagainya,” kata Dahnil.
Ia mengatakan kerja sama dalam pelayanan merupakan salah satu cara menghadirkan toleransi secara nyata. Menurutnya, sikap saling menghormati dapat disertai kontribusi bersama dalam kegiatan kemasyarakatan.
Dahnil mencontohkan Sulawesi Utara sebagai daerah dengan kehidupan masyarakat yang beragam. Ia meminta jajaran terkait mendorong keterlibatan kelompok agama lain, termasuk Kristen, Katolik, Buddha, dan Hindu, dalam mendukung penyelenggaraan haji di wilayah tersebut.
Dahnil mengatakan upaya itu dapat menghadirkan simbol toleransi di Sulawesi Utara dan seluruh Indonesia. Ia juga menyebut dukungan pelayanan kepada sesama sebagai nilai kemanusiaan yang dapat melibatkan siapa saja, meskipun haji merupakan ibadah umat Islam.