
Tips Tidur Siang Singkat agar Tubuh Segar
14 menit yang lalu
Aksi nasional dipicu tuntutan terkait biaya hidup, layanan publik, dan pendidikan.
Terbit · 1 min read

Demonstrasi nasional di Prancis diwarnai bentrokan di Lyon dan pembakaran sebuah mobil, menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Reuters. Aksi tersebut melibatkan serikat pekerja dan kelompok mahasiswa serta berlangsung di tengah pemogokan pekerja.
Laporan itu menyebut bentrokan terjadi di Lyon, polisi bersiaga di Marseille, dan tempat sampah yang dibakar menghalangi jalan di ibu kota. Laporan itu tidak menyebutkan tanggal kejadian; tanggal terbitnya adalah 7 November 2026.
Polisi antihuru-hara menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan demonstran di Lyon. Sebuah mobil dibakar di lokasi demonstrasi, sementara tempat sampah yang terbakar dilaporkan menghalangi jalan di ibu kota.
Unjuk rasa dan pemogokan itu dipicu persoalan biaya hidup, layanan publik, dan pendidikan. Aksi tersebut ditujukan untuk menekan pemerintahan Presiden Emmanuel Macron.
Otoritas mengerahkan sekitar 70.000 personel kepolisian untuk mengamankan aksi. Badan intelijen dalam negeri memperkirakan 500.000 hingga 700.000 orang akan mengikuti demonstrasi di luar Paris.
Perwakilan serikat pekerja CGT, Maud Millier, mengatakan pemberitahuan pemogokan telah diajukan di berbagai sektor industri swasta dan layanan publik. Menurut Millier, para pekerja juga telah menyusun daftar tuntutan dan menyampaikannya kepada pemberi kerja.
Laporan tersebut menyebut aksi berlangsung sekitar lima bulan menjelang pemilihan presiden Prancis. Macron, yang sedang menjalani masa jabatan kedua, tidak dapat kembali mencalonkan diri; pemilihan itu berpotensi mempertemukan Marine Le Pen dan Jean-Luc Melenchon pada putaran kedua. CGT disebut sebagai salah satu serikat yang terlibat.