
BPDP Dorong Hilirisasi Sawit melalui UMKM Desa
11 menit yang lalu
Kemenangan Demokrat berpotensi memperbesar pengawasan Kongres atas kebijakan luar negeri dan anggaran pemerintahan Trump.
Terbit · 1 min read

Partai Demokrat disebut menguasai Kongres Amerika Serikat dan berpeluang memperketat pengawasan terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump. Menurut laporan CNNIndonesia.com, sejumlah ahli menilai perubahan itu dapat memengaruhi pembahasan anggaran dan kebijakan luar negeri.
Direktur Program AS dan Amerika Utara Chatham House, Laurel Rapp, mengatakan kepada CNBC bahwa perang Iran berpotensi menjadi isu utama yang dipersoalkan Kongres. Menurut laporan CNNIndonesia.com, serangan AS ke Iran telah mendorong kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup warga Amerika.
Rapp menilai Demokrat dapat menggunakan kewenangan Kongres untuk mengalokasikan anggaran guna mencoba membatasi perang. Namun, rancangan undang-undang untuk mengatasi veto presiden memerlukan dukungan dua pertiga suara di DPR dan Senat.
Peneliti senior German Marshall Fund, JC Lintzenich, mengatakan kepada CNBC bahwa perubahan hasil pemilihan hanya mengubah komposisi Kongres, bukan presiden. Ia menilai presiden tetap memiliki kewenangan besar, sementara kebijakan luar negeri dijalankan presiden dan pejabat yang ditunjuknya.
Lintzenich juga memperkirakan Kongres akan meningkatkan pengawasan, termasuk atas penerapan pendanaan untuk Ukraina yang menurutnya diwajibkan undang-undang dan peraturan. Ia menyebut masih ada persoalan terkait Iran serta situasi Rusia dan Ukraina yang belum terselesaikan.
Kepala ekonom Berenberg, Holger Schmieding, memperkirakan Kongres yang dikuasai Demokrat mungkin enggan mendanai perang, khususnya perang Iran. Namun, ia juga menilai Trump dapat melawan tekanan politik dan lebih berhasrat mengambil langkah geopolitik berisiko.