
Acura NSX Roadster The Avengers Dilelang
15 menit yang lalu
Dini menilai pesantren dapat mengedukasi masyarakat, tetapi penanganan karhutla tetap menjadi tanggung jawab petugas profesional.
Terbit · 1 min read

Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania menilai pesantren dapat membantu mengedukasi santri dan masyarakat tentang pelestarian lingkungan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurut laporan ANTARA, ia menegaskan pelibatan pesantren bukan berarti mengalihkan tanggung jawab penanganan bencana kepada lembaga pendidikan.
Dini menyampaikan pandangan itu di Jakarta, Selasa (27/10/2026). Ia mengatakan tugas utama santri adalah belajar dan menuntut ilmu, bukan menjadi petugas penanggulangan karhutla.
Menurut Dini, pendidikan kepedulian lingkungan perlu dibedakan dari tanggung jawab teknis penanganan bencana. Ia menilai pesantren lebih tepat berperan dalam edukasi pencegahan kebakaran, kepedulian lingkungan, dan prosedur penyelamatan diri.
Dini mengatakan standar operasional prosedur mitigasi karhutla tetap penting, terutama bagi masyarakat di wilayah rawan kebakaran. Penyusunannya, menurut dia, perlu mempertimbangkan kewenangan, kompetensi, dan keselamatan pihak-pihak yang terlibat.
Ia mengingatkan agar pemberdayaan masyarakat tidak menjadikan santri penanggung jawab tugas yang semestinya dilakukan petugas profesional. Dalam pernyataan yang dikutip ANTARA, Dini mengatakan, “Jangan sampai atas nama pemberdayaan masyarakat, kita justru memberikan tanggung jawab kepada santri yang seharusnya menjadi tugas petugas profesional.”
Dini mengatakan Komisi VIII DPR RI akan terus mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana berkoordinasi dengan kementerian terkait dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla.
Menurut laporan yang sama, Dini juga menekankan pentingnya kesiapan petugas, ketersediaan anggaran, kelengkapan peralatan, serta efektivitas pencegahan dan penanganan dini.
ANTARA menyebut Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar sebelumnya mendorong pelibatan pesantren dalam menjaga kelestarian hutan dan mencegah karhutla di Kalimantan Selatan. Ia menilai sejumlah pesantren telah menjalankan kegiatan yang mendukung perlindungan alam.