
Afifuddin Tegaskan Verifikasi Pemilu Sesuai Aturan
15 menit yang lalu
Kubu oposisi berupaya membentuk pemerintahan baru dengan membuka dialog bersama kelompok ultra-Ortodoks.
Terbit · 1 min read

Kubu oposisi Israel yang dipimpin Gadi Eisenkot berupaya membentuk pemerintahan baru untuk menggantikan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Menurut laporan CNN Indonesia, upaya itu termasuk melobi bekas sekutu Netanyahu.
Pada Jumat (6/11/2026), Eisenkot mengatakan kemajuan telah dicapai dalam upaya tersebut dan berharap segera menerima mandat dari Presiden Isaac Herzog. Dalam pernyataan di X, ia menulis, “Kami telah membuat kemajuan yang signifikan dan mencapai terobosan secara diam-diam dan bersahaja, dengan banyak hal yang masih berlangsung di balik layar.”
Yair Golan, pemimpin kelompok kiri yang menjadi bagian dari blok oposisi, mengatakan upaya serius sedang dilakukan untuk membentuk koalisi. “Saya lebih optimis dibandingkan setelah hasil pemilu keluar. Ada kemajuan. Ada keinginan,” kata Golan.
Salah satu pendekatan oposisi adalah berdialog dengan kelompok Yahudi ultra-Ortodoks, yang disebut mulai melunakkan sikap mengenai wajib militer. CNN Indonesia melaporkan bahwa perubahan sikap itu membuka peluang bagi aliansi yang sebelumnya dinilai sulit terbentuk.
Pengecualian wajib militer bagi kelompok ultra-Ortodoks telah memicu ketidakpuasan di kalangan warga Israel lainnya. Laporan yang sama mengaitkan persoalan itu dengan tentara cadangan yang berulang kali ditugaskan dalam perang sejak 7 Oktober 2023.
Netanyahu selama ini mengandalkan kelompok ultra-Ortodoks. Menurut laporan CNN Indonesia, komunitas yang mencakup sekitar 14 persen populasi itu dapat mengirim anak-anak mereka ke sekolah agama alih-alih menjalani wajib militer.
Avigdor Liberman, mitra oposisi Eisenkot, menolak bekerja sama dengan kelompok Arab-Israel, tetapi menyerukan dialog dengan kelompok ultra-Ortodoks. Ia mengatakan tujuan utama saat ini adalah menyingkirkan Netanyahu dan menyerukan kompromi, termasuk mengenai undang-undang wajib militer.
Dalam pernyataan di media sosial yang dikutip France24, Liberman mengatakan kepentingan nasional Israel dan bangsa Yahudi harus didahulukan. Partai-partai ultra-Ortodoks secara keseluruhan memiliki 13 kursi, jumlah yang menurut laporan CNN Indonesia cukup untuk membantu Eisenkot membentuk pemerintahan baru.