
Spanyol Siapkan Cuti Khusus Menopause
15 menit yang lalu
Sistem yang terhubung dengan 196 negara anggota Interpol membantu petugas memeriksa buronan internasional di perlintasan.
Terbit · 1 min read

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7) membantu mempercepat dan meningkatkan akurasi pendeteksian buronan internasional di pintu perlintasan Indonesia. Menurut laporan ANTARA, sistem itu terhubung dengan 196 negara anggota Interpol.
Hendarsam menyampaikan hal tersebut di Bandung, Sabtu (7/11/2026). Aplikasi I-GHAS 24/7 diluncurkan pada Kamis (5/11/2026) di Gedung Rupattama Mabes Polri.
Menurut Hendarsam, pengawasan perbatasan membutuhkan dukungan teknologi yang akurat untuk mencegah ancaman kejahatan lintas negara sejak di pintu masuk Indonesia. Ia menyambut inisiatif Divisi Hubungan Internasional Polri untuk membangun sistem tersebut.
Hendarsam mengatakan komunikasi yang telah terjalin, terutama di wilayah perlintasan, akan terhubung melalui sistem yang lebih tepat, cepat, dan akurat. Ia menilai kerja sama Polri dan Direktorat Jenderal Imigrasi mencerminkan kesamaan visi pelayanan dan perlindungan publik.
“Komitmen kami bersama, bagaimana kita mempunyai doktrin yang sama, berorientasi yang sama: Imigrasi untuk rakyat, polisi untuk masyarakat,” ujar Hendarsam.
Aplikasi itu diluncurkan bersama Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Untung Widyamoko. Sistem tersebut memungkinkan petugas imigrasi memeriksa lebih cepat individu yang terindikasi masuk daftar buronan internasional.
Petugas di perlintasan juga dapat terhubung langsung dengan Divisi Hubungan Internasional Polri untuk identifikasi dan penanganan buronan maupun pelaku kejahatan lintas negara. Hendarsam menegaskan pengawasan yang diperketat tetap memperhatikan kelancaran pelayanan keimigrasian bagi masyarakat.
Suyudi menyebut teknologi itu penting untuk menangani kejahatan lintas negara, termasuk perdagangan orang dan penyelundupan narkotika. Ia menyebut kerja sama Polri dan Imigrasi sebagai upaya memperkuat pengawasan di pintu perlintasan Indonesia.
“Ini adalah terobosan yang dilakukan secara kolaboratif antara Polri dan Imigrasi Indonesia. Tentunya ini untuk memperkuat pengawasan buronan internasional dan juga pelaku lintas negara di pintu perlintasan Indonesia,” kata Suyudi. I-GHAS 24/7 direncanakan dikembangkan dengan pemanfaatan kecerdasan buatan dan pemaduan data biometrik pada 2027 mendatang.