
Gaya Rambut yang Disarankan untuk Bulan November
10 menit yang lalu
Presiden Noboa memberlakukan jam malam di lima provinsi pesisir Ekuador untuk menekan kekerasan geng kriminal.
Terbit · 1 min read

Presiden Ekuador Daniel Noboa memberlakukan jam malam melalui perintah eksekutif di sejumlah provinsi yang dilanda kekerasan. Menurut laporan ANTARA yang bersumber dari Xinhua, kebijakan itu mencakup lima provinsi di wilayah pesisir negara tersebut.
Lima provinsi itu adalah Guayas, tempat Guayaquil sebagai kota terpadat di Ekuador, serta Manabi, Los Rios, El Oro, dan Esmeraldas. Semua provinsi tersebut terletak di wilayah pesisir Ekuador.
Jam malam itu meminta warga tetap berada di dalam rumah mulai tengah malam hingga pukul 05.00 waktu setempat. Menurut pemerintah, kebijakan tersebut disertai pelaksanaan operasi khusus antikejahatan untuk menekan kekerasan di provinsi-provinsi itu.
Menurut laporan yang sama, ini merupakan keempat kalinya tahun ini Noboa memberlakukan jam malam. Pembatasan serupa sebelumnya diberlakukan pada Maret, Mei, dan September.
Langkah tersebut bertepatan dengan libur nasional selama empat hari yang dimulai pada 31 Oktober untuk memperingati Hari Arwah dan peringatan kemerdekaan Cuenca, kota terpadat ketiga di Ekuador yang berada di bagian selatan. Kebijakan itu juga mulai berlaku empat pekan menjelang pemilihan umum daerah.
Noboa telah berulang kali menyatakan keadaan pengecualian atau jam malam, baik secara nasional maupun di provinsi tertentu, sebagai bagian dari strategi antikejahatannya.
Sejak Januari 2024, pemerintahan Noboa menyatakan Ekuador berada dalam keadaan konflik bersenjata internal melawan geng kriminal yang berkaitan dengan perdagangan narkoba. Noboa menyebut geng-geng itu sebagai teroris, di tengah meningkatnya kekerasan berupa serangan bersenjata, penculikan untuk pemerasan, dan pembunuhan.