
Novita Hardini Ajak Anak Muda Garap Industri Gim
11 menit yang lalu
Estonia merencanakan pembangunan bunker di Ida-Virumaa di tengah kekhawatiran keamanan kawasan.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, Estonia berencana membangun sekitar 150 bunker di wilayah perbatasannya dengan Rusia. Menteri Pertahanan Estonia Martin Herem mengumumkan rencana itu kepada wartawan pada Rabu (28/10/2026).
Bunker-bunker tersebut direncanakan berdiri di Ida-Virumaa, wilayah Estonia yang berbatasan langsung dengan Rusia. Sekitar 100 bunker akan dibangun di lahan negara, sedangkan 50 lainnya direncanakan di lahan pribadi atau tanah milik pemerintah kota, menurut laporan kantor berita Estonia ERR.
Herem belum menjelaskan secara terperinci bagaimana bunker-bunker itu akan digunakan. Rencana pembangunan muncul di tengah kekhawatiran negara-negara anggota NATO terhadap meningkatnya ancaman Rusia di Eropa Timur.
Dalam beberapa tahun terakhir, Estonia, Latvia, dan Lituania meningkatkan kesiapan pertahanan dan sipil serta pengeluaran pertahanan untuk mengantisipasi kemungkinan konflik dengan Rusia. Para pejabat NATO juga memperingatkan adanya penyusupan pesawat nirawak Rusia, pelanggaran wilayah udara, sabotase, dan ancaman hibrida.
Sebagai respons, negara-negara di kawasan tersebut memperkuat pertahanan udara. Sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina, NATO juga memperkuat sayap timurnya dengan mengerahkan pasukan tambahan dan menyiapkan rencana pengerahan militer cepat.
Pada awal Oktober, militer Estonia mengumumkan rencana memindahkan Brigade ke-1 secara permanen ke pangkalan yang telah diperluas, berjarak kurang dari 50 kilometer dari perbatasan Rusia. Pemindahan itu bertujuan meningkatkan kesiapan pasukan menghadapi kemungkinan serangan.
Menurut laporan Kyiv Independent, pengeluaran militer yang disebut dalam laporan itu tercatat mencapai 5,4 persen dari produk domestik bruto dan melampaui target pengeluaran pertahanan NATO sebesar 5 persen. Di Latvia, militer mengatakan pada Senin (26/10/2026) bahwa brigade NATO yang ditempatkan di negara itu telah memulai latihan pengerahan pasukan terbesar selama penugasannya.
Pada 7 Oktober, Menteri Dalam Negeri Lituania Martynas Katelynas menyerukan penempatan pasukan di sepanjang perbatasan Lituania dengan wilayah Kaliningrad milik Rusia sebagai langkah pencegahan. Latvia baru-baru ini membangun pagar sepanjang 280 kilometer. Finlandia menyelesaikan pembangunan pagar sepanjang 200 kilometer di perbatasannya dengan Rusia pada September.