
Biaya Paket Haji Singapura 2027 Turun Hampir 30%
10 menit yang lalu
Ia meminta pemetaan minat dan kemampuan siswa menjadi bagian dari rencana penjurusan SMA.
Terbit · 1 min read

Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad meminta rencana pemberlakuan kembali jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA disertai pemetaan minat serta kemampuan siswa. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan permintaan itu di Jakarta pada Jumat (6/11/2026).
Habib menilai setiap siswa memiliki potensi dan kemampuan berbeda. Karena itu, penentuan jurusan perlu mempertimbangkan minat, bakat, dan kemampuan akademik agar tidak sekadar menjadi keputusan administratif.
Menurut Habib, penjurusan dapat membantu siswa mendalami ilmu pengetahuan secara lebih terarah. Ia mengingatkan agar siswa tidak memilih jurusan hanya karena mengikuti teman atau dorongan orang tua.
Ia mengatakan sekolah perlu memiliki sistem untuk memetakan minat dan kemampuan peserta didik sebelum memberi rekomendasi jurusan. Pilihan tersebut, menurutnya, tidak seharusnya hanya didasarkan pada pertimbangan administratif atau lingkungan sekitar siswa.
Habib juga mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyiapkan kebijakan secara matang, termasuk dari sisi kurikulum, tenaga pendidik, dan mekanisme pemetaan. Ia menyebut Tes Kemampuan Akademik dapat menjadi salah satu instrumen untuk membantu sekolah menilai kemampuan siswa.
Namun, menurut laporan yang sama, Habib menegaskan hasil Tes Kemampuan Akademik tidak boleh menjadi satu-satunya dasar penentuan jurusan. Minat, bakat, potensi, dan aspirasi siswa tetap perlu diperhatikan.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan pembukaan kembali jurusan bertujuan memperkuat pengetahuan dasar murid agar lebih siap melanjutkan pendidikan tinggi sesuai bidang yang diminati.
Mu’ti menyebut jurusan IPA, IPS, dan Bahasa direncanakan kembali mulai tahun pelajaran 2027/2028. Ia mengatakan kementeriannya sedang merancang kemungkinan penyesuaian dengan mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan dan kesiapan murid untuk masuk perguruan tinggi.