
The Remarried Empress Tayang 4 November
24 menit yang lalu
Le Figaro, dikutip ANTARA, menyebut 60 orang luka ringan dan empat lainnya mengalami luka serius.
Terbit · 1 min read

Sedikitnya 64 demonstran terluka dalam aksi menentang kenaikan biaya hidup di Prancis pada Sabtu (31/10/2026). Menurut laporan ANTARA yang mengutip surat kabar Le Figaro, angka itu berasal dari data layanan darurat.
Le Figaro melaporkan pada Ahad (1/11/2026) bahwa 60 orang mengalami luka ringan, sedangkan empat lainnya berada dalam kondisi serius.
Aksi protes di berbagai wilayah Prancis berlangsung selama tiga Sabtu berturut-turut. Ratusan ribu orang mengikuti demonstrasi itu.
Protes bermula pada pertengahan September, ketika siswa sekolah menengah atas dan mahasiswa turun ke jalan di pinggiran Paris. Mereka menuntut perbaikan sistem pendidikan dan kondisi sekolah.
Aksi para pelajar kemudian diikuti kelompok masyarakat yang kecewa terhadap kenaikan harga. Setelah itu, demonstrasi meluas ke wilayah lain di Prancis.
Aksi terbesar yang disebut dalam laporan tersebut berlangsung pada 17 Oktober 2026. Menurut data Kementerian Dalam Negeri Prancis, sekitar 550.000 orang menghadiri demonstrasi hari itu.
Laporan tersebut mengaitkan meluasnya aksi dengan bergabungnya kelompok masyarakat yang memprotes kenaikan harga, setelah demonstrasi awal menyoroti pendidikan dan kondisi sekolah. Angka korban untuk aksi pada Sabtu bersumber dari data layanan darurat yang dikutip Le Figaro.