
China Paparkan Skema Pendaratan Berawak di Bulan
14 menit yang lalu
Pejabat Iran menyatakan kemungkinan keluar dari NPT belum diputuskan dan bergantung pada situasi perang.
Terbit · 1 min read

Iran memperingatkan dapat keluar dari Traktat Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT) jika permusuhan militer terhadap negara itu kembali terjadi. Menurut laporan ANTARA yang terbit pada Minggu (1/11/2026), Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) Mohsen Rezaei menyampaikan hal itu kepada televisi nasional Iran.
Rezaei mengatakan, “Dalam hal nuklir, prioritas kami adalah untuk membahas hak-hak kami, bukan untuk menerima pembatasan pada pihak Iran,” sebagaimana dikutip ANTARA pada Minggu.
Menurut Rezaei, Teheran belum menentukan sikapnya dalam NPT jika perang kembali berlangsung pada masa depan.
Sebelumnya, Wakil Ketua Parlemen Iran Ali Nikzad mengisyaratkan bahwa parlemen sedang mengkaji kemungkinan Iran mundur dari traktat tersebut.
Anggota Presidium Parlemen Iran Abbas Goudarzi menyebut penarikan diri Iran dari NPT sebagai langkah yang “sangat nyata dan mudah dicapai”.
Laporan yang sama menyebut Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang kemudian dibalas Teheran. AS dan Iran lalu menyepakati memorandum untuk memulai pembahasan perjanjian perdamaian pada pertengahan Juni, tetapi permusuhan kembali terjadi tiga pekan kemudian.
Washington menuding Teheran menyerang sejumlah kapal komersial di Selat Hormuz, lalu kedua pihak kembali saling menyerang. ANTARA melaporkan pelayaran bebas di selat itu masih belum dibuka.